Perkuat Perlindungan Anak di Akar Rumput, Dinsos P3AP2KB Banjar Gelar Monev PATBM di Tiga Kecamatan
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 25
BERUNTUNG BARU, InfoPublik - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Aula Kecamatan Beruntung Baru, Rabu (19/8/2026).
Evaluasi ini difokuskan bagi pengurus dan kader PATBM dari tiga wilayah, yakni Kecamatan Beruntung Baru, Tatah Makmur, dan Aluh Aluh.
Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan kembali peran serta efektivitas gerakan PATBM dalam mencegah dan merespons kasus kekerasan serta pemenuhan hak-hak anak di tingkat desa.
Kepala Bidang PPPA Dinsos P3AP2KB Banjar, Merilu Ripner, menegaskan pentingnya keberadaan kader PATBM sebagai garda terdepan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar PATBM tidak sekadar ada secara administratif, melainkan benar-benar aktif bergerak di lapangan.
"PATBM merupakan garda terdepan yang bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam upaya perlindungan anak di desa. Keberadaannya bukan sekadar pelengkap administrasi atau papan nama, melainkan harus menjadi mata, telinga, dan tangan pemerintah di tingkat akar rumput untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan kekerasan," ujar Merilu Ripner.
Dalam kegiatan evaluasi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3KB) Provinsi Kalimantan Selatan turut hadir memberikan pendampingan materi teknis dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Narasumber dari DP3KB Provinsi Kalsel, EM Indri, menyampaikan pentingnya pembagian peran yang terstruktur serta pengelolaan alur aduan kasus yang ramah anak.
"Setiap kader PATBM harus memahami prosedur awal penanganan kasus, mulai dari pencegahan hingga alur rujukan. Pendataan yang rapi di tingkat desa serta koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah adalah kunci utama agar penanganan masalah anak dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan tetap menjaga hak privasi anak," jelas EM Indri.
Kegiatan Monev ini disambut antusias oleh para peserta dari tiga kecamatan. Berbagai kendala lapangan, ide program penjangkauan, hingga strategi pencegahan pernikahan usia anak turut didiskusikan secara aktif.
Ketua PATBM Desa Mekar Sari, Jarkani, mengapresiasi dilaksanakannya monitoring ini karena memberikan arahan yang makin jelas bagi para pengurus desa.
"Kegiatan monev ini sangat membantu kami di desa untuk mengevaluasi apa saja program yang sudah berjalan dan mana yang masih perlu diperbaiki. Kami jadi lebih paham cara melangkah dalam menangani aduan masyarakat, sekaligus terpacu untuk terus mengedukasi warga agar Desa Mekar Sari makin aman dan ramah bagi anak-anak," ungkap Jarkani.
Melalui monitoring dan evaluasi berkala ini, Pemkab Banjar berharap sinergi antara kader desa, kecamatan, dan dinas terkait semakin kuat demi terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, serta mewujudkan Kabupaten Banjar sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) secara berkelanjutan. (Dyah/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar)
