Seni dan Budaya Semarakkan Peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Gambut
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Gambut tidak hanya berlangsung dalam suasana khidmat, tetapi juga dimeriahkan dengan beragam tampilan seni dan budaya yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan SMAN Banua Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (17/8/2026), tersebut menampilkan sejumlah kesenian dari pelajar dan masyarakat, paduan suara dengan busana adat Nusantara, serta Lomba Busana Adat yang diikuti seluruh kepala sekolah di Kecamatan Gambut.
Beragam tampilan seni yang disuguhkan antara lain Pabripenjagam atau Paskibra SMP Negeri 1 Gambut, tari bela diri daerah Banjar yang ditampilkan Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Gambut, Tarian Bertuah dari SDN Gambut 1 yang mengangkat kearifan lokal kerajinan anyaman purun, serta Tari Mandau dalam Anyaman Janur.
Selain menjadi hiburan, rangkaian pertunjukan tersebut juga memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia yang tercermin melalui gerak tari, pakaian daerah, serta pesan tentang persatuan dalam keberagaman. Semangat Bhinneka Tunggal Ika turut tergambar dalam berbagai penampilan yang memadukan unsur budaya dari sejumlah daerah di Indonesia.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Tari Bertuah dari SDN Gambut 1. Tari tersebut mengangkat keberadaan tanaman purun yang tumbuh subur di kawasan rawa dan gambut Kalimantan Selatan serta telah lama dimanfaatkan masyarakat Banjar menjadi berbagai kerajinan anyaman.
Dalam sinopsisnya, Bertuah dalam bahasa Banjar berarti keberuntungan atau berkah. Tarian ini menggambarkan keceriaan anak-anak di daerah rawa dan sungai Kalimantan Selatan yang bermain sekaligus membantu orang tua mengolah purun. Gerakan tari menggambarkan aktivitas memetik, mengeringkan hingga menganyam purun menjadi berbagai karya bernilai.
Tarian tersebut juga menyampaikan pesan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal. Anak-anak digambarkan sebagai generasi penerus yang diharapkan tetap bangga terhadap warisan budaya daerah di tengah pengaruh budaya modern dan global.
Tari Bertuah mengusung tema keberuntungan atau berkah dari kearifan lokal masyarakat Banjar melalui pemanfaatan tanaman purun. Tarian ditata Ahmad Ansari, dengan penata busana/kostum ans official dan penata musik Prayoga. Penari terdiri atas Adifa Khansa Arida, Meidina, dan Nur Aqila Salsabila, dengan pembina Lisnasari.
Sementara itu, Tari Mandau dalam Anyaman Janur menggambarkan kehidupan dan semangat masyarakat Dayak Kalimantan Tengah yang menjunjung kebersamaan, keberanian, serta warisan leluhur.
Anyaman janur menjadi simbol ketekunan dan persatuan. Setiap helai yang dirangkai menggambarkan perbedaan yang disatukan menjadi kekuatan. Mandau menjadi simbol keberanian, keteguhan, serta semangat dalam menjaga adat dan kehormatan budaya.
Perpaduan gerak yang dinamis dan tegas menggunakan mandau membawa pesan tentang perjalanan dari kelembutan menuju kekuatan. Setiap langkah dan gerak menjadi gambaran semangat untuk tetap bersatu, berani, dan bangga terhadap identitas budaya yang dimiliki.
Tari Mandau dalam Anyaman Janur dibawakan Rizfia Suaida dan ditata Renaldy Oktavianus.
Paduan Suara Kenakan Busana Adat Nusantara
Semarak seni dan budaya juga ditampilkan melalui paduan suara SMAN Banua Provinsi Kalimantan Selatan. Sebanyak 30 peserta yang merupakan siswa kelas XI dan XII tampil mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Penampilan tersebut tidak hanya menonjolkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga menjadi representasi keberagaman budaya Nusantara. Setiap peserta mengenakan busana adat yang berbeda, sehingga tampil dalam satu kesatuan yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Kepala SMAN Banua Provinsi Kalimantan Selatan Risa Lisdariani mengatakan, penampilan paduan suara tersebut menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat.
“Kami juga menampilkan paduan suara yang terdiri atas anak kelas XI dan XII. Mereka mengenakan busana adat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Ini salah satu cara untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan memperkenalkan budaya Indonesia yang sungguh beragam,” ujar Risa.
Menurutnya, perbedaan budaya bukan menjadi penghalang untuk maju dan bersatu. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekuatan yang dapat mempererat persatuan.
“Perbedaan itu bukan suatu hal yang menghalangi kita untuk maju dan bersatu. Kecamatan Gambut memiliki sumber daya manusia yang sangat bagus. Kita dapat menunjukkan kearifan lokal, semisal tarian purun yang merupakan tanaman rawa dan dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan,” katanya.
Paduan suara tersebut dilatih Dennis Ardita, dengan keyboardist Daffa Yafi Abdillah dan pemandu paduan suara Hargita Febiola Ompisingguk.
Kepala Sekolah Tampilkan Busana Adat Nusantara
Nuansa keberagaman semakin terasa melalui Lomba Busana Adat yang diikuti seluruh kepala sekolah di Kecamatan Gambut. Para peserta menampilkan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Hasil penilaian menetapkan tiga peserta terbaik. Peserta terbaik pertama diraih Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Banjar Nooripansyah yang mengenakan busana adat Melayu/Palembang, Sumatera Selatan.
Peserta terbaik kedua diraih Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gambut Nevvy Kartini yang mengenakan busana adat Palembang, Sumatera Selatan. Sementara peserta terbaik ketiga diraih Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Gambut Norlatifah Sari yang mengenakan busana adat Lampung.
Rangkaian seni dan budaya tersebut menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Gambut. Selain memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenalkan, menjaga, dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia.
Keberagaman seni, tari, musik, dan busana adat yang ditampilkan menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui upaya merawat identitas budaya serta memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. (IP. Kab. Banjar/ Brigade Gambut/ Hairudin).
