Sinergi Wujudkan Pendidikan Inklusif, Pemkab Banjar Jalin Kesepakatan dengan Tiga Lembaga Pemasyarakatan

MARTAPURA, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan komitmen terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh masyarakat, termasuk anak dan warga binaan. Upaya tersebut ditandai dengan kesepakatan bersama tiga lembaga pemasyarakatan untuk penyelenggaraan program pendidikan.

Tiga lembaga yang terlibat yakni Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan, Lapas Perempuan Kelas II A Martapura, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Martapura. Program yang disepakati mencakup pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, dan keterampilan.

Penandatanganan Nota Kesepakatan dilaksanakan di RTh Alun Aluh Ratu Zalecha  Martapura, Jumat (14/8/2026) bersamaan dengan Apel Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar.

Penandatanganan tersebut langsung oleh Bupati Banjar H Saidi Mansyur bersama pimpinan ketiga lembaga pemasyarakatan menandatangani dokumen kerja sama tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk berkembang.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Anak dan warga binaan juga harus memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperoleh keterampilan sebagai bekal membangun masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian. Bekal yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran diharapkan dapat mendukung proses reintegrasi sosial setelah masa pembinaan selesai.

Kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk memastikan layanan pendidikan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen mendukung terciptanya layanan pendidikan yang inklusif, tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi peserta didik.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Banjar dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkeadilan. Pendidikan diharapkan menjadi ruang untuk membuka peluang baru dan mendorong anak serta warga binaan berkontribusi positif ketika kembali ke tengah masyarakat.


Komentar