Pemdes Bawahan Pasar Lestarikan Olahraga Tradisional Balogo
MATARAMAN-InfoPublik- Komitmen
melestarikan olahraga tradisional masyarakat Banjar terus dilakukan Pemerintah
Desa (Pemdes) Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, salah
satunya dengan rutin menggelar permainan tradisional Balogo sebanyak tiga kali
dalam sepekan.(12/8/2026)
Pembakal Bawahan Pasar, Mulyadi
mengatakan, permainan Balogo di desanya pada awalnya tumbuh dari inisiatif dan
dukungan masyarakat yang ingin menghidupkan kembali permainan tradisional yang
sudah dimainkan sejak dahulu.
Menurutnya, Balogo yang dimainkan
saat ini telah mengalami sejumlah perkembangan, baik dari bentuk logo,
spesifikasi perlengkapan maupun lapangan yang digunakan. Modernisasi tersebut
dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai dan karakter permainan tradisional
Balogo.
“Dulunya permainan Balogo ini
memang dimainkan oleh masyarakat. Sekarang kami kemas dan dikembangkan lagi,
termasuk dari segi perlengkapan dan lapangannya, sehingga bisa dipertandingkan
dalam berbagai event,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (10/08/2026).
Ia juga menjelaskan, di Desa
Bawahan Pasar permainan Balogo rutin dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam
sepekan. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu malam, Kamis malam dan Minggu
malam, dengan menyesuaikan aktivitas masyarakat serta kegiatan desa lainnya.
“Kami mengatur jadwal agar tidak
mengganggu kegiatan yang ada di desa. Alhamdulillah, sekarang kegiatan Balogo
di tempat kami sudah mulai dikenal oleh kampung-kampung lain,” jelasnya.
Tidak hanya aktif menggelar
permainan di desa, masyarakat Bawahan Pasar juga mulai mengikuti berbagai
pertandingan Balogo di luar desa, termasuk event tingkat Kabupaten Banjar.
Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menambah pengalaman sekaligus
memperkenalkan Balogo dari Desa Bawahan Pasar.
Ia menyebut, antusias masyarakat
terhadap Balogo sangat tinggi. Bahkan, masyarakat memiliki komitmen bersama
agar permainan tradisional tersebut tidak hilang di tengah perkembangan zaman
dan semakin kuatnya penggunaan teknologi, khususnya di kalangan anak-anak.
“Antusias masyarakat sangat
tinggi. Mereka sudah berkomitmen jangan sampai budaya ini hilang. Ini yang
ingin kami wariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan dalam
melestarikan olahraga tradisional saat ini adalah bagaimana mengenalkan
permainan tersebut kepada generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu
dengan gadget.
Karena itu, Pemdes Bawahan Pasar
berencana mengemas kegiatan Balogo dalam berbagai bentuk perlombaan dengan
berbagai hadiah yang dapat diikuti anak-anak. Selain itu, Balogo juga
diharapkan dapat dikenalkan melalui lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah
dasar hingga madrasah tsanawiyah.
“Kami akan kemas dengan berbagai
jenis lomba, terutama untuk anak-anak. Ke depan juga kami ingin memasukkan
kegiatan ini dalam event pendidikan, sehingga anak-anak bisa mengenal dan ikut
memainkan Balogo,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, Pemdes
Bawahan Pasar terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan
pelestarian olahraga tradisional tersebut. Menurutnya, keberadaan Balogo tidak
hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga bagian dari identitas
budaya masyarakat Banjar.
“Kami dari pemerintah desa sangat
mendukung dan selalu mengapresiasi kegiatan seperti ini. Komitmen kami
bagaimana budaya ini jangan sampai hilang,” tegasnya.
Ia berharap, pelestarian Balogo
di Desa Bawahan Pasar dapat terus berkembang dan mampu bersaing dalam berbagai
event di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Banjar. Selain itu, ia ingin
permainan tradisional tersebut semakin dikenal generasi muda dan terus
diwariskan, sehingga keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
“Kami berkomitmen untuk terus melestarikan permainan tradisional ini, sehingga nantinya dapat dikenalkan dan diwariskan kepada anak-anak serta generasi penerus,” pungkasnya.
