Pangan Lokal Jadi Andalan, Desa se-Kecamatan Sungai Pinang Unjuk Kreasi Menu B2SA dan Kudapan Patin
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-76 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kecamatan Sungai Pinang menggelar berbagai rangkaian perlombaan. Salah satunya Lomba Masak Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) serta Kudapan Serba Ikan Patin, yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) bertempat di Ruang PKK Kecamatan Sungai Pinang.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Camat Sungai Pinang, Marwata, SE, dan diikuti oleh perwakilan desa se-Kecamatan Sungai Pinang. Para peserta menunjukkan kreativitas dalam mengolah berbagai bahan pangan lokal menjadi hidangan yang menarik, bergizi dan aman untuk dikonsumsi.
Pada kategori B2SA, peserta menyajikan menu makan siang untuk ibu hamil serta menu makan siang bagi balita usia 2–5 tahun. Setiap menu dirancang dengan memperhatikan keberagaman bahan makanan serta kebutuhan gizi sesuai kelompok sasaran.
Sementara itu, pada kategori kudapan serba ikan patin, peserta ditantang untuk mengolah ikan patin menjadi kudapan yang kreatif, lezat dan bernilai gizi. Beragam kreasi yang disajikan menunjukkan bahwa ikan patin sebagai salah satu potensi pangan lokal dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang menarik.
Dalam sambutannya, Camat Sungai Pinang Marwata, SE menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Banjar dan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong masyarakat agar semakin kreatif memanfaatkan pangan lokal dan mampu menyediakan makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, khususnya bagi ibu hamil dan anak-anak,” ujar Marwata.
Marwata juga mengapresiasi partisipasi seluruh desa yang turut memeriahkan kegiatan. Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan semangat kebersamaan sekaligus kreativitas masyarakat dalam mendukung pola konsumsi pangan yang sehat.
Sementara itu, Ghani dari Puskesmas Sungai Pinang selaku salah satu dewan juri menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada cita rasa dan tampilan makanan, tetapi juga memperhatikan kesesuaian menu dengan kelompok sasaran.
“Untuk kategori B2SA, kami melihat kesesuaian menu dengan kebutuhan ibu hamil dan balita usia 2–5 tahun. Selain kandungan gizi, aspek kebersihan, keamanan pangan, cita rasa, kreativitas dan penyajian juga menjadi bagian dari penilaian,” jelas Ghani.
Dalam proses penilaian, para juri mengamati secara langsung hidangan yang disiapkan peserta, mulai dari komposisi makanan, tampilan, hingga cara penyajian. Peserta pun berusaha menampilkan menu terbaik dengan memadukan unsur gizi dan kreativitas.
Kegiatan berlangsung meriah dengan semangat kompetisi yang tetap diiringi kebersamaan antar peserta dari desa se-Kecamatan Sungai Pinang. Berbagai menu yang disajikan menjadi bukti bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi hidangan yang sehat, menarik dan memiliki nilai tambah.
Melalui lomba ini, Kecamatan Sungai Pinang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman, sekaligus semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk mendukung kesehatan keluarga.
