Lewat Games Edukasi, DinsosP3AP2KB Banjar Bangun Kesadaran Remaja Cegah Stunting
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 28
BANJAR, InfoPublik — Upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya gizi dan peran generasi muda dalam pencegahan stunting terus dilakukan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP3AP2KB) Kabupaten Banjar melalui Bidang Keluarga Berencana (KB). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Implementasi Nyata Generasi Berencana Cegah Stunting (INI GENTING) yang dilaksanakan di SMAN 1 Sungai Tabuk, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini menyasar siswa dan siswi SMA sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dari hulu. Edukasi yang diberikan tidak hanya membahas persoalan gizi, tetapi juga mengajak remaja memahami bahwa pencegahan stunting merupakan proses panjang yang perlu dipersiapkan sejak masa remaja.
Kegiatan dihadiri oleh Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga beserta tim, Koordinator PKB Kecamatan Sungai Tabuk, Kepala Sekolah dan dewan guru SMAN 1 Sungai Tabuk, serta para siswa dan siswi sebagai peserta utama.
Materi edukasi meliputi gizi seimbang, pentingnya pola hidup sehat, serta peran remaja dalam pencegahan stunting dari hulu. Namun, penyampaian materi kali ini tidak hanya dilakukan melalui metode ceramah atau paparan. Untuk membuat suasana belajar lebih menarik, materi dikemas dalam bentuk games edukasi yang dipandu oleh Kak Oky.
Dalam games tersebut, para siswa diajak menjawab pertanyaan, menguji pengetahuan, berdiskusi, berpikir cepat, serta menentukan pilihan berdasarkan informasi yang mereka miliki. Suasana kegiatan pun berlangsung lebih interaktif. Siswa yang sebelumnya hanya menjadi pendengar mulai terlibat aktif, berani menyampaikan jawaban, berdiskusi dengan teman, bahkan tidak ragu mengoreksi dan melengkapi jawaban satu sama lain.
Kak Oky mengatakan bahwa games edukasi menjadi salah satu cara untuk membuat materi yang sebenarnya sudah sering didengar menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh remaja.
“Anak-anak bukan tidak mau belajar, tetapi mereka membutuhkan cara belajar yang membuat mereka terlibat. Ketika mereka diajak bermain, menjawab, berdiskusi, dan mengambil keputusan, sebenarnya mereka sedang belajar. Bedanya, mereka belajar dengan cara yang lebih seru dan aktif,” ungkap Kak Oky.
Menariknya, pihak sekolah sebelumnya telah memberikan dua jam pelajaran kepada para siswa untuk mendapatkan berbagai materi. Namun, waktu tersebut ternyata masih dirasakan belum cukup untuk membuat seluruh siswa benar-benar terlibat secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bahwa remaja tidak selalu membutuhkan tambahan paparan materi dalam bentuk ceramah. Setelah cukup lama menerima informasi dan menjadi pendengar, mereka membutuhkan ruang untuk berpikir, bereaksi, berdiskusi, dan mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Melalui games edukasi, ruang tersebut kemudian tercipta. Para siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengolah informasi tersebut menjadi sebuah jawaban dan keputusan.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa metode games membuat kegiatan edukasi terasa berbeda dibandingkan pembelajaran biasa.
“Kalau hanya mendengarkan materi, kadang kita cepat bosan. Tapi kalau ada games, kita jadi ikut berpikir dan penasaran dengan jawabannya. Jadi materi tentang gizi dan stunting lebih mudah diingat,” tutur salah seorang siswa peserta kegiatan.
Kegiatan INI GENTING di SMAN 1 Sungai Tabuk menjadi pengingat bahwa edukasi kepada remaja tidak cukup hanya dengan memberikan informasi, tetapi juga perlu memberikan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan.
Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sukini menyampaikan, “Remaja merupakan calon orang tua di masa depan. Karena itu, pemahaman mengenai gizi, kesehatan, pola hidup sehat, serta pencegahan stunting perlu ditanamkan sejak sekarang. Dengan pendekatan yang tepat, edukasi pencegahan stunting dari hulu diharapkan tidak berhenti sebagai materi yang didengar, tetapi menjadi pengetahuan yang dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari”, ungkapnya.
Melalui semangat Implementasi Nyata Generasi Berencana Cegah Stunting (INI GENTING), para remaja diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi generasi yang mampu berpikir, mengambil keputusan sehat, dan menjadi bagian dari upaya nyata memutus mata rantai stunting sejak dari hulu.
Agusto/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar
