Jaga Bahasa Banjar Tetap Lestari, KKG Fase C “CADAS” Astambul Perkuat Perencanaan Pembelajaran
ASTAMBUL, InfoPublik – Kelompok Kerja Guru (KKG) Fase C “CADAS” Kecamatan Astambul menyelesaikan penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) Mata Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Banjar untuk Semester 1 Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan berlangsung di Jack Kolam Bincau dengan melibatkan guru kelas V dan VI Fase C.
Ketua KKG Fase C “CADAS” Astambul, Norlatipah, S.Pd., turut hadir bersama para guru dalam kegiatan yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan gagasan dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Penyusunan RPM dilakukan secara bersama dengan membahas arah pembelajaran, materi, serta rancangan kegiatan yang kontekstual. Diskusi antarguru diarahkan untuk menghasilkan perencanaan yang terstruktur dan dapat diterapkan secara optimal di satuan pendidikan masing-masing.
Norlatipah mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas perangkat pembelajaran. “Kami berupaya menyatukan gagasan dan pengalaman para guru agar RPM Bahasa Banjar yang disusun benar-benar terarah, kontekstual, dan dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.
RPM Mulok Bahasa Banjar Semester 1 Tahun Ajaran 2026/2027 berhasil dirampungkan dalam kegiatan tersebut. Penyelesaian perangkat ini menjadi bentuk komitmen KKG Fase C “CADAS” Astambul dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat keberadaan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
Hasil penyusunan RPM selanjutnya dihimpun pada tautan pengumpulan khusus KKG “CADAS” sebagai bagian dari dokumentasi dan pengelolaan perangkat pembelajaran bersama. Langkah tersebut diharapkan memudahkan koordinasi serta memperkuat kebersamaan dan profesionalisme guru.
Semangat "Bersatu dalam Sinergi, Hadir Menginspirasi menjadi penguat komitmen KKG Fase C “CADAS” Astambul untuk terus berkolaborasi dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Banjar yang relevan, bermakna, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
