Ubah Lingkungan Menjadi Sumber Pengetahuan, Siswa SMPN 1 Martapura Praktik Observasi Tumbuhan

MARTAPURA, InfoPublik – Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Martapura dikemas secara kontekstual dengan mengajak siswa melakukan observasi tumbuhan di lingkungan sekolah, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang dibimbing oleh Nesti Setya, S.Pd., tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Teks Laporan Hasil Observasi (LHO).

Tidak berhenti pada pemahaman teori, siswa diajak mengamati objek secara langsung untuk memperoleh informasi berdasarkan fakta. Lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang membantu peserta didik memahami tahapan mengamati, mencatat, mengolah, hingga menyajikan informasi secara sistematis.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengidentifikasi berbagai aspek tumbuhan, mulai dari ciri fisik, bagian tumbuhan, karakteristik, habitat, hingga manfaatnya. Temuan yang diperoleh kemudian dicatat sebagai bahan penyusunan teks laporan hasil observasi.

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Martapura, Nesti Setya, S.Pd., menjelaskan pembelajaran berbasis pengalaman dapat membantu siswa memahami karakteristik teks LHO secara lebih nyata.

“Pembelajaran teks laporan hasil observasi tidak cukup hanya dipahami melalui teori. Siswa perlu mengalami sendiri proses mengamati, menemukan fakta, mencatat informasi, kemudian mengolahnya menjadi sebuah laporan,” jelas Nesti.

Ia menambahkan, lingkungan sekolah memiliki banyak objek yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. “Tumbuhan yang setiap hari mereka lihat dapat menjadi sumber informasi untuk melatih ketelitian mengamati, kemampuan berpikir kritis, sekaligus keterampilan menyampaikan informasi secara sistematis,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa aktif melakukan pengamatan, mencatat temuan, berdiskusi, dan memilah informasi penting dari objek yang diamati. Aktivitas tersebut sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, literasi informasi, serta membedakan fakta hasil pengamatan dari pendapat atau asumsi.

Pembelajaran kontekstual ini menjadi bagian dari upaya SMP Negeri 1 Martapura menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Bahasa Indonesia tidak hanya dipahami sebagai materi di ruang kelas, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengamati lingkungan, mengolah fakta, berpikir kritis, dan mengomunikasikan pengetahuan secara bermakna.


Komentar