Sembilan Tatanan Jadi Fokus, Kabupaten Banjar Perkuat KKS
MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Menindaklanjuti Surat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait Evaluasi Hasil Capaian Kabupaten/Kota Sehat Triwulan II Tahun 2026, Bapperida Kabupaten Banjar melalui Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kabupaten/Kota Sehat bersama Forum Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Banjar, Jumat (7/8/2026) siang, di Aula Rapat Bauntung Lt. III Bapperida Kabupaten Banjar. Rapat dipimpin Fungsional Perencana Bapperida, Sihabuddin.
Rapat diikuti perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida, Sekretariat Bapperida, serta Forum Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Banjar. Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi terhadap hasil evaluasi Kementerian Kesehatan sekaligus memastikan data dan dokumen pendukung setiap indikator dapat disempurnakan secara terpadu.
Dalam sambutannya, Sihabuddin menjelaskan rapat digelar untuk menindaklanjuti hasil evaluasi Triwulan II Tahun 2026 yang masih menemukan sejumlah indikator pada sembilan tatanan KKS yang membutuhkan kelengkapan data dukung.
“Masih terdapat beberapa indikator pada sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yang memerlukan pelengkapan data dukung,” jelas Sihabuddin. Menurutnya, kelengkapan tersebut mencakup dokumen administrasi maupun bukti implementasi kegiatan di lapangan sehingga diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar penyempurnaan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.
Sihabuddin juga menekankan bahwa penguatan tidak hanya menyangkut pemenuhan indikator, tetapi juga aspek kelembagaan di tingkat kecamatan dan desa. Kelengkapan dokumen Forum Kecamatan Sehat dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat, mulai dari struktur organisasi, rencana kerja, bukti kegiatan hingga dokumentasi pelaksanaan program, menjadi bagian yang perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan penyelenggaraan KKS di Kabupaten Banjar.
Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Banjar, Teguh, turut menyampaikan kondisi aktual pelaksanaan di lapangan. Ia menjelaskan Forum KKS selama ini aktif melakukan pembinaan, koordinasi, monitoring, dan pendampingan kepada forum di tingkat kecamatan maupun desa. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan penguatan kapasitas kelembagaan serta pendampingan dalam melengkapi administrasi dan dokumentasi sesuai indikator penilaian KKS.
Pembahasan kemudian berlangsung dinamis dengan mengulas hasil evaluasi pada masing-masing indikator dari sembilan tatanan KKS. Peserta mengidentifikasi indikator yang masih kekurangan data, menentukan pihak yang bertanggung jawab menyediakan data, bentuk dokumen yang diperlukan, serta jadwal penyampaiannya. Diskusi juga menegaskan pentingnya kesesuaian antara dokumen pendukung dan kondisi nyata pelaksanaan program di lapangan agar capaian yang dilaporkan benar-benar menggambarkan kondisi Kabupaten Banjar.
Sebagai tindak lanjut, disepakati Bapperida bersama Dinas Kesehatan akan memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan perangkat daerah teknis penanggung jawab sembilan tatanan KKS untuk melakukan verifikasi, penyempurnaan, dan sinkronisasi data dukung. Proses tersebut juga akan diintegrasikan dengan Rencana Aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sehingga sinergi lintas sektor semakin kuat dan program yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian indikator KKS.
Melalui langkah ini, Kabupaten Banjar diharapkan mampu memenuhi seluruh indikator penilaian sekaligus memperkuat gerakan hidup sehat demi terwujudnya masyarakat dan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, serta berkelanjutan.(Ione/Brigade Bapperida)
