Lestarikan Bahasa Banjar, 84 Peserta Ikuti Seleksi FTBI 2026 di Kecamatan Sungai Tabuk
SUNGAI TABUK, InfoPublik – Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Sungai Tabuk berlangsung sukses di Pusat Kegiatan Guru (PKG) Sungai Tabuk, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi peserta didik sekolah dasar untuk menampilkan kemampuan berbahasa Banjar sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Sungai Tabuk, Noordin, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian bahasa daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda. "Bahasa Banjar adalah bagian dari jati diri dan kekayaan budaya yang harus terus dijaga. Melalui FTBI, peserta didik tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa ibu sebagai warisan budaya yang sangat berharga," ujarnya.
Seleksi FTBI tahun ini diikuti sebanyak 84 peserta didik putra dan putri dari berbagai sekolah dasar se-Kecamatan Sungai Tabuk. Para peserta berkompetisi pada enam cabang lomba, yakni membaca puisi, menulis puisi, menulis cerpen, bapandung, bakisah, dan pidato berbahasa Banjar yang seluruhnya mengedepankan kemampuan berbahasa sekaligus kreativitas peserta.
Suasana kompetisi berlangsung meriah dengan penampilan peserta yang penuh percaya diri dan antusias. Setiap cabang lomba menghadirkan kreativitas serta kemampuan peserta dalam mengangkat nilai-nilai budaya lokal, sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memperkuat kecintaan terhadap bahasa dan sastra Banjar.
Panitia pelaksana akan menetapkan para pemenang pada masing-masing kategori lomba sebagai wakil Kecamatan Sungai Tabuk untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Banjar. Seleksi ini diharapkan mampu menghasilkan peserta terbaik yang siap bersaing sekaligus membawa nama baik kecamatan pada kompetisi berikutnya.
Penyelenggaraan FTBI menjadi salah satu bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian bahasa daerah melalui dunia pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk semakin bangga menggunakan bahasa Banjar dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Semangat para peserta dalam mengikuti setiap rangkaian lomba mencerminkan tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap pelestarian bahasa ibu. Sinergi antara satuan pendidikan, pendidik, dan pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat upaya menjaga eksistensi bahasa Banjar sebagai warisan budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Banjar.
