Sinergi Bapperida-BPS Tingkatkan Kapasitas Pengelola Data Daerah
MARTAPURA - Dalam rangka meningkatkan sinergi dan kolaborasi penyelenggaraan statistik sektoral serta mendukung pembangunan data yang berkualitas, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memfasilitasi Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 ke-2 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar, Senin (3/8/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Baiman Kantor Bapperida Kabupaten Banjar tersebut diikuti oleh perwakilan perangkat daerah sebagai pengelola data statistik sektoral.
Kegiatan dibuka oleh Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Banjar, Firman Jati Putera. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa statistik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai aktivitas pemerintahan, mulai dari penyusunan perencanaan, pelaksanaan program hingga evaluasi kebijakan. Menurutnya, data yang berkualitas hanya dapat dihasilkan melalui pemahaman yang sama terhadap konsep statistik serta koordinasi yang baik antarperangkat daerah. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan tidak ragu menyampaikan pertanyaan agar setiap permasalahan dapat dicarikan solusi bersama.
Materi pembinaan kemudian disampaikan oleh Ahmad Fajar Novianto yang mengangkat tema proses bisnis statistik dan peningkatan kualitas data. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan statistik sektoral merupakan bagian dari Sistem Statistik Nasional yang menghasilkan data sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi pemerintah. "Statistik sektoral harus diselenggarakan berdasarkan standar statistik agar data yang dihasilkan akurat, konsisten, berkualitas, serta dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan," jelasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Fajar memaparkan tahapan penyelenggaraan statistik menggunakan kerangka Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) yang dimulai dari identifikasi kebutuhan data, perancangan kegiatan statistik, penyusunan instrumen, pengumpulan data, pengolahan, analisis hingga diseminasi hasil statistik. Ia juga menekankan pentingnya penerapan standar statistik, pengelolaan metadata, dokumentasi, serta penjaminan kualitas data pada setiap tahapan agar informasi yang dihasilkan mudah dipahami, dapat dibandingkan, dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mewujudkan statistik sektoral yang efektif dan terintegrasi.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Statistik BPS Kabupaten Banjar, Noor Ellyza Rakhmawati, turut berbagi pengalaman dengan mengulas berbagai kendala yang ditemui dalam pelaksanaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa persiapan menuju target EPSS Tahun 2028 memerlukan dukungan perangkat daerah, terutama dalam penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK), penyusunan analisis data, publikasi statistik, serta kelengkapan data dukung. Melalui forum tersebut, BPS bersama perangkat daerah juga melakukan identifikasi terhadap data-data strategis yang diperlukan sebagai bagian dari penguatan statistik sektoral.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai perangkat daerah yang menyampaikan tantangan dalam pengelolaan data statistik. Dinas Pertanian menyoroti perbedaan konsep penghitungan data antara instansi dan BPS, sementara Dinas Sosial, DPMPTSP, Disnakertrans, hingga Dinas Kesehatan mendiskusikan pengelolaan data administrasi, penyusunan metadata, analisis data, publikasi, serta penerapan metode Kompilasi Produk Administrasi. BPS memberikan berbagai masukan agar setiap perangkat daerah mampu menyusun metadata, memperkuat dokumentasi, serta menghasilkan statistik yang memenuhi standar nasional.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Fungsional Perencana Muda Bapperida Kabupaten Banjar, Diah Ayu Yulianawati, menuturkan bahwa pembinaan statistik sektoral menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi antara BPS dan perangkat daerah dalam pengelolaan data. Menurutnya, forum seperti ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis mengenai penyelenggaraan statistik, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah sehingga kualitas data yang dihasilkan semakin baik dan mampu mendukung proses perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Hadir dalam acara perwakilan perangkat daerah sebagai pengelola data statistik sektoral, di antaranya Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pertanian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Banjar.
Melalui pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, diharapkan kapasitas penyelenggara statistik sektoral di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar semakin meningkat. Sinergi antara Bapperida, BPS Kabupaten Banjar, dan seluruh perangkat daerah diharapkan mampu mewujudkan tata kelola data yang akurat, berkualitas, terintegrasi, serta menjadi fondasi dalam menghasilkan kebijakan pembangunan yang efektif, terukur, dan berbasis data.(Ione/Brigade Bapperida)
