Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah di Aranio, Disdik Banjar Dorong Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Inklusif

ARANIO, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat komitmen dalam menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan menggelar Sosialisasi Penelusuran dan Penanganan ATS di PKBM Pamaton, Kecamatan Aranio, Rabu (29/7/2026). Kegiatan diikuti Korwil Pendidikan Kecamatan Aranio, kepala sekolah TK, SD, SMP, serta pengelola PKBM.

Selain menjadi sarana penyamaan persepsi, sosialisasi juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai mekanisme pendataan, penelusuran penyebab anak tidak bersekolah, hingga proses pengembalian mereka ke layanan pendidikan formal maupun nonformal.

Penelaah Teknis Kebijakan Disdik Banjar, Try Kasogi, S.H., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banjar telah menginisiasi program TUNTAS BANJAR sebagai langkah nyata untuk menjamin terpenuhinya hak pendidikan bagi seluruh anak usia sekolah.

"Melalui program TUNTAS Banjar, kita ingin memastikan tidak ada lagi anak usia 6 sampai 18 tahun yang putus sekolah, khususnya di Kabupaten Banjar. Tugas kita bersama adalah mengajak mereka kembali bersekolah. Oleh karena itu, telah diterbitkan Surat Edaran Kepala Dinas tentang penelusuran dan penanganan Anak Tidak Sekolah. Tim akan melakukan penelusuran langsung ke rumah anak yang tidak bersekolah untuk mengetahui penyebabnya. Setelah itu, tahapan berikutnya adalah mengembalikan mereka ke layanan pendidikan yang sesuai, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan," katanya.

Menurut Try, keberhasilan program TUNTAS BANJAR memerlukan kerja sama lintas sektor dengan dukungan data yang valid agar setiap anak yang teridentifikasi dapat segera memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dalam membangun koordinasi yang kuat bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan ATS sekaligus mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak di Kabupaten Banjar.


Komentar