Tekan Angka ATS, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Gelar Penguatan Strategi di SMPN 1 Mataraman

MATARAMAN, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kegiatan Strategi Penanganan Anak Tidak Sekolah yang digelar di SMP Negeri 1 Mataraman, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kecamatan Mataraman sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam menjamin pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak usia sekolah.

Materi kegiatan disampaikan oleh Kasi Peserta Didik dan Pengembang Karakter Disdik Banjar, Ahmad Saini, S.Pd., yang memaparkan strategi penanganan ATS sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang pendidikan. Ia menjelaskan bahwa ATS mencakup anak usia 7–18 tahun yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, maupun telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan. Penanganannya dilakukan melalui pendataan, verifikasi, pendampingan, hingga pengembalian anak ke layanan pendidikan formal maupun pendidikan kesetaraan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasi Kurikulum dan Bina SMP Disdik Banjar, Herlina, S.P., M.Pd., Koordinator Pengawas Disdik Banjar, para pengawas sekolah, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Mataraman. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan menjadi wujud komitmen bersama dalam mempercepat penanganan ATS melalui sinergi lintas sektor.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar per 3 Juli 2026, jumlah Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar tercatat sebanyak 13.149 anak. Di Kecamatan Mataraman terdapat 420 anak, terdiri atas 139 anak belum pernah bersekolah, 135 anak putus sekolah, dan 146 anak lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 220 anak telah berhasil kembali memperoleh layanan pendidikan, sedangkan 200 anak lainnya masih memerlukan pendampingan dan penanganan lanjutan.

Ahmad Saini, S.Pd., menegaskan bahwa penanganan ATS membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, pemerintah desa, hingga masyarakat.  "Kami merasa prihatin karena Kecamatan Mataraman masih memiliki 420 Anak Tidak Sekolah. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan, mulai dari sekolah, pemerintah desa, orang tua, hingga masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, kami berharap semakin banyak anak dapat kembali memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan," ujar Ahmad Saini.

Pada kesempatan yang sama, Herlina, S.P., M.Pd., mengajak seluruh kepala sekolah untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan ATS di wilayah masing-masing. Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Mataraman, Abdul Basit, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan. "Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada SMP Negeri 1 Mataraman sebagai tuan rumah. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat sinergi dalam penanganan Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Mataraman," ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan di lapangan, mulai dari penelusuran data hingga strategi pendampingan bagi anak dan keluarga. Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap penguatan koordinasi ini mampu mempercepat pengembalian Anak Tidak Sekolah ke layanan pendidikan, sehingga semakin banyak anak memperoleh haknya untuk belajar dan mewujudkan Program Tuntas Banjar dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata di Kabupaten Banjar.




Komentar