Camat Beruntung Baru Hadiri Ekspose Antara Penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar Tahun 2027–2031

Martapura, Kamis (23/7/2026) – Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, menghadiri kegiatan Ekspose Antara Kajian Penyusunan Dokumen Pembaruan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Tahun 2027–2031 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai di Aula Bapperida Kabupaten Banjar Lantai 3, Martapura.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) sebagai pedoman pembangunan sanitasi yang terintegrasi, terarah, dan berkelanjutan. Forum ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, akademisi, instansi terkait, PT Air Minum Intan Banjar, hingga para camat se-Kabupaten Banjar.

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan hasil kajian mengenai kondisi sanitasi Kabupaten Banjar yang mencakup pengelolaan air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan. Selain itu, dilakukan pembahasan terhadap berbagai isu strategis, tantangan, serta kesenjangan antara kondisi eksisting dengan target pelayanan sanitasi yang akan dicapai pada periode 2027–2031.

Melalui forum ekspose ini, seluruh peserta memberikan masukan dan saran sebagai bahan penyempurnaan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar. Dokumen tersebut diharapkan mampu menjadi acuan dalam penyusunan arah kebijakan, program prioritas, serta kebutuhan pendanaan sektor sanitasi yang lebih tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan sanitasi bagi masyarakat.

Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, menyampaikan bahwa penyusunan Strategi Sanitasi Kabupaten merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan sanitasi yang lebih baik dan berkelanjutan. Kami di Kecamatan Beruntung Baru siap mendukung implementasi program melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah desa, perangkat daerah, dan masyarakat, sehingga setiap program sanitasi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesehatan serta kelestarian lingkungan," ujar Wahidin Noor.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sanitasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta partisipasi aktif masyarakat.

Melalui penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten Banjar Tahun 2027–2031, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antarperangkat daerah dan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan sanitasi yang layak, aman, dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Banjar yang sehat, nyaman, dan memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
(IP.BeruntungBaru/Brigade Informasi RA)


Komentar