Sosialisasi ATS di Telaga Bauntung Satukan Komitmen Lintas Sektor Wujudkan Pendidikan untuk Semua

TELAGA BAUNTUNG, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui sosialisasi yang dilaksanakan dalam agenda Rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Telaga Bauntung di SDN Rantau Bujur, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Penilik PAUD Kecamatan Cintapuri Darussalam, Lamsiah, S.Ag., Pengawas TK Santi Sutiono, S.Pd., serta berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk sinergi lintas sektor untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas layanan pendidikan.

Sosialisasi diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Telaga Bauntung, kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP, penilik, pengawas sekolah, hingga para pembekal se-Kecamatan Telaga Bauntung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah hingga ke tingkat desa.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Disdik Banjar, Tisnohadi Harimurti, S.Sos., M.Ec.Dev., menyampaikan materi mengenai strategi penanganan ATS yang menitikberatkan pada pendataan yang akurat, pendampingan kepada anak dan keluarga, serta penguatan koordinasi antarlembaga agar seluruh anak usia sekolah dapat kembali memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.

"Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah tanggung jawab bersama kita semua. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para kepala sekolah, penilik, pengawas, hingga para pembekal di tingkat desa dapat bersinergi melakukan pendataan yang akurat dan jemput bola ke masyarakat. Tidak boleh ada anak di Kabupaten Banjar, khususnya di Telaga Bauntung, yang putus sekolah atau tidak mendapatkan akses pendidikan," tegas Tisnohadi.

Kehadiran Penilik PAUD Lamsiah dan Pengawas TK Santi Sutiono menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan layanan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam memastikan keberlanjutan pendidikan anak menuju jenjang berikutnya. Peran penilik dan pengawas dinilai penting dalam membangun koordinasi dengan satuan pendidikan serta memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait pentingnya pendidikan.

Lamsiah menyampaikan bahwa penanganan ATS memerlukan keterlibatan seluruh unsur pendidikan sejak usia dini agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan. "Kami siap mendukung upaya penanganan Anak Tidak Sekolah melalui penguatan koordinasi dengan seluruh satuan PAUD serta pihak terkait. Sinergi yang baik akan memudahkan proses pendataan, pendampingan, dan memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar secara berkelanjutan," ujar Lamsiah.

Melalui forum K3S yang diperluas tersebut, seluruh peserta berkomitmen memperkuat koordinasi dan segera menindaklanjuti hasil sosialisasi di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar sekaligus mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.


Komentar