Tari Dayak Siswi SMPN 1 Telaga Bauntung Semarakkan Sosialisasi Penanganan ATS di Kecamatan Telaga Bauntung

TELAGA BAUNTUNG, InfoPublik – Alunan musik tradisional dan gerakan gemulai sarat makna berhasil memukau para pejabat serta praktisi pendidikan yang berhadir di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Rantau Bujur. Tiga siswi berprestasi dari SMPN 1 Telaga Bauntung sukses memberikan penampilan pembuka yang memikat lewat "Tari Kreasi Piluoh Podi" dalam agenda Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) tingkat Kecamatan Telaga Bauntung pada Kamis, 23 Juli 2026.

Penampilan seni yang kental akan nuansa kecintaan budaya Dayak tersebut dibawakan secara apik oleh Mukarramah, Risda Novianti, dan Nur Azizah, yang merupakan siswi kelas IX SMPN 1 Telaga Bauntung. Tepuk tangan riuh langsung menggema di lokasi acara saat ketiga penari tersebut menyelesaikan gerakan pamungkas mereka di hadapan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Bapak Trisnohadi Harimurti, M.Ec.Dev, serta seluruh Kepala Sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kecamatan Telaga Bauntung.

Agenda sosialisasi ini bernilai sangat krusial mengingat kondisi geografis Kecamatan Telaga Bauntung yang terletak jauh dari pusat perkotaan. Wilayah ini ditopang oleh ekosistem pendidikan lokal yang terdiri dari 5 PAUD, 5 SD Negeri, dan 1 SMP Negeri. Jarak dan aksesibilitas yang menantang menjadikan program penanganan ATS sebagai program prioritas mendesak agar hak pendidikan anak-anak di wilayah pelosok Banjar tetap terpenuhi secara merata tanpa ada yang tertinggal.

Kepala SMPN 1 Telaga Bauntung yang diwakili oleh, Bapak Aulia Rahman, S.Pd.I., yang mendampingi langsung anak didiknya, mengaku sangat bangga atas keberanian dan mentalitas yang ditunjukkan oleh para siswi. Menurut beliau, panggung ini menjadi bukti bahwa anak daerah memiliki kompetensi dan rasa percaya diri yang tinggi. "Kami sangat bangga melihat murid-murid SMPN 1 Telaga Bauntung berani tampil percaya diri mempresentasikan kekayaan budaya lokal melalui tari kreasi Dayak di hadapan Sekretaris Dinas serta para Kepala Sekolah se-Kecamatan. Ini membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang bagi anak-anak pelosok untuk berprestasi dan melestarikan warisan leluhur mereka," ungkap Aulia Rahman.

Rasa haru dan bangga juga diungkapkan oleh salah satu siswi penampil, Mukarramah, yang mewakili rekan-rekannya selepas turun dari panggung utama."Rasanya sangat deg-degan tapi juga sangat luar biasa bangga. Bisa tampil langsung menari di depan Bapak Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dan seluruh Kepala Sekolah dari PAUD, SD, sampai SMP adalah pengalaman yang tidak akan pernah kami lupakan. Kami ingin menunjukkan bahwa kami anak pelosok juga cinta budaya dan bisa memberikan yang terbaik," tutur Mukarramah dengan mata berbinar.


Komentar