Perkuat Sinergi Penanganan ATS, Disdik Banjar Sosialisasikan Program TUNTAS BANJAR di Sungai Tabuk
SUNGAI TABUK, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai upaya memperkuat implementasi Program Pemerintah Daerah TUNTAS BANJAR di Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kecamatan Sungai Tabuk, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif melalui penguatan koordinasi lintas jenjang pendidikan dan pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi, mendampingi, serta mengembalikan anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan ke bangku sekolah sesuai kebutuhan mereka.
Peserta sosialisasi terdiri atas kepala SD, kepala SMP, kepala PKBM, Ketua HIMPAUDI, Ketua IGTKI, Ketua PKG PAUD, pengawas PAUD/TK, serta pengawas sekolah dasar se-Kecamatan Sungai Tabuk. Kehadiran berbagai unsur pendidikan tersebut menjadi langkah strategis dalam menyamakan persepsi dan membangun koordinasi lintas jenjang guna mendukung keberhasilan penanganan Anak Tidak Sekolah secara berkelanjutan.
Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sungai Tabuk, Noordin, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Penanganan Anak Tidak Sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat, kita harus memastikan tidak ada anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak," ujar Noordin.
Pada kesempatan tersebut, Kabid Pembinaan PAUD, Pendidikan Nonformal (PNF), dan Kesetaraan Disdik Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., memaparkan strategi penanganan ATS melalui Program Tuntas Banjar. Program tersebut menitikberatkan pada identifikasi dan validasi data secara berkelanjutan, pendampingan kepada keluarga, serta penyediaan layanan pendidikan melalui jalur formal maupun pendidikan nonformal, termasuk PKBM dan program kesetaraan.
"Program TUNTAS BANJAR merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor agar setiap Anak Tidak Sekolah dapat kembali memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhannya," kata Arliza Mayasari.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi mengenai mekanisme pendataan ATS, strategi intervensi, pola pendampingan, hingga koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan Program TUNTAS BANJAR. Berbagai pengalaman lapangan yang disampaikan peserta menjadi masukan berharga untuk menyempurnakan langkah penanganan agar lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab tantangan di masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta menjadi penggerak di lingkungan kerjanya masing-masing dalam melakukan pendataan, sosialisasi kepada masyarakat, serta pendampingan terhadap anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat pengurangan angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjar sekaligus mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak.
