Pemuda Desa Kiram Belajar Fardu Kifayah Melalui Pelatihan "Saran Dinda"
Karang Intan-Kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui aksi sosial, tetapi juga dengan kesiapan menjalankan kewajiban agama ketika masyarakat membutuhkan. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Pelatihan Pemulasaran Jenazah di Kalangan Pemuda (Saran Dinda) yang dilaksanakan di Balai Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Rabu (20/7/2026).
Pelatihan yang diikuti oleh pemuda dan pemudi Desa Kiram ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Kepala Desa Kiram, Iwar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar yang telah memilih Desa Kiram sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.
"Atas nama Pemerintah Desa Kiram, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan fardu kifayah di desa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena memberikan ilmu yang kelak sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap para pemuda sebagai generasi penerus dapat melanjutkan peran para pemandi jenazah di Desa Kiram pada masa yang akan datang, sehingga tradisi gotong royong dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," ujar Iwar.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kepala Bidang Kepemudaan, Muhari. Dalam sambutannya, Muhari menegaskan bahwa pembangunan kepemudaan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan dan kreativitas, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Melalui program Saran Dinda, pemerintah berharap semakin banyak pemuda yang memiliki kemampuan menjalankan fardu kifayah sehingga dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika dibutuhkan.
Selama pelatihan, para peserta mengikuti materi teori dan praktik pemulasaran jenazah dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya mempelajari tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, tetapi juga memahami pentingnya keikhlasan, empati, dan semangat pengabdian kepada sesama.
Pelatihan Saran Dinda menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan tradisi gotong royong. Dengan bekal ilmu yang diperoleh, diharapkan lahir kader-kader muda yang siap meneruskan pelayanan fardu kifayah di Desa Kiram, sehingga keberlangsungan peran mulia tersebut tetap terjaga dari generasi ke generasi. (SYD)
