GSMS 2026 Resmi Bergulir di SMPN 1 Aluh-Aluh, Murid Asah Kreativitas Bersama Seniman Banjar

ALUH-ALUH, InfoPublik – SMP Negeri 1 Aluh-Aluh resmi memulai pelaksanaan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2026 dengan menghadirkan praktisi seni dari Dewan Kesenian Kabupaten Banjar, Andrean, pada Senin (20/7/2026). Program ini menjadi ruang pembelajaran kreatif bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi seni sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah melalui pendampingan langsung dari seniman profesional.

Program GSMS diikuti oleh sejumlah murid yang telah melalui proses seleksi berdasarkan minat dan potensi di bidang seni. Pemilihan peserta dilakukan agar proses pembinaan dapat berlangsung lebih optimal, sehingga setiap murid memperoleh kesempatan mendalami teknik berkesenian secara lebih intensif selama program berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, GSMS Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung sebanyak 15 kali pertemuan dengan frekuensi dua kali setiap pekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis. Melalui pola pembelajaran tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi secara konseptual, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung bersama seniman pembimbing sehingga keterampilan seni dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa Gerakan Seniman Masuk Sekolah merupakan program pembinaan seni dan budaya yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjar. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter melalui seni sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal di lingkungan satuan pendidikan.

Kepala SMP Negeri 1 Aluh-Aluh, Drs. Muhammad Supiani, menyampaikan bahwa kehadiran seniman profesional di sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun kreativitas sekaligus karakter peserta didik. "Kami sangat mendukung penuh program GSMS ini. Seni merupakan media yang sangat efektif dalam membentuk karakter murid. Melalui bimbingan langsung dari Bapak Andrean sebanyak dua kali dalam seminggu, anak-anak tidak hanya diajarkan cara berkesenian, tetapi juga diajarkan tentang kedisiplinan, kerja sama, dan rasa percaya diri. Saya berharap, melalui 15 pertemuan ini, murid-murid mampu menggali potensi kreatif yang selama ini terpendam serta turut melestarikan nilai-nilai budaya daerah agar tetap relevan di masa depan," ujar Muhammad Supiani.

Melalui kolaborasi antara sekolah, seniman, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjar, SMP Negeri 1 Aluh-Aluh berkomitmen memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan bakat peserta didik di bidang seni dan budaya. Program GSMS diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki apresiasi budaya, kreativitas, serta karakter yang kuat sebagai bagian dari identitas daerah.


Komentar