Posko Siaga Karhutla Martapura Barat Tingkatkan Pengawasan Selama Musim Kemarau

MARTAPURA BARAT — Komitmen dalam mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan terus ditingkatkan oleh jajaran tim gabungan di Kabupaten Banjar. Meski memasuki hari libur akhir pekan, para petugas di Pos Lapangan Penanganan Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Kecamatan Martapura Barat tetap bersiaga penuh dan menjalankan tugas pemantauan pada Minggu (19/7/2026)

 

Kesiapsiagaan di Posko Karhutla Kecamatan Martapura Barat ini dilakukan guna memastikan respon cepat jika sewaktu-waktu muncul titik api (hotspot) di wilayah yang tergolong rawan tersebut

 

Kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, sehingga pengawasan tidak boleh lengang sedikit pun

 

Hadir dan bersinergi di pos lapangan tersebut di antaranya personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, unsur TNI/Polri, serta Tim Satgas Karhutla dari Pemerintah Kecamatan Martapura Barat

 

Kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal hari libur. Oleh karena itu, personil gabungan tetap stand by di posko untuk melakukan patroli terpadu, pemantauan titik koordinat rawan, serta sosialisasi pencegahan kepada masyarakat sekitar

 

Selain melakukan pemantauan visual dan koordinasi berbasis digital, kehadiran unsur TNI dan Polri di posko juga bertujuan untuk memperkuat penegakan hukum serta memberikan imbauan langsung kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar

 

Di sisi lain, armada dan peralatan pemadam portable dari BPBD Kabupaten Banjar juga telah diposisikan dalam status siap pakai untuk mempermudah mobilisasi ke titik yang sulit dijangkau.

 

Langkah siaga darurat ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerusakan lingkungan serta menjaga kualitas udara di wilayah Kabupaten Banjar tetap aman selama musim kemarau 2026.

 

Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas di Pos Lapangan jika melihat adanya asap atau aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan


Komentar