KPN Bima Putera Gelar RAT, Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Kembangkan Usaha

MARTAPURA, InfoPublik – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Bima Putera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2023, 2024, dan 2025 di Namira Paradise Garden, Sabtu (18/7/2026).


Pelaksanaan RAT menjadi momentum penting bagi koperasi untuk memenuhi kewajiban kelembagaan sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kinerja usaha dan pelayanan kepada anggota.


Ketua KPN Bima Putera, Edie Roosnandi Noor, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya RAT yang mencakup tiga tahun buku. Ia mengakui pelaksanaan RAT tersebut terlambat dari ketentuan yang berlaku dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota serta pemerintah.


Menurut Edie, KPN Bima Putera yang telah berusia 30 tahun saat ini menghadapi tantangan berupa berkurangnya jumlah anggota akibat pensiun, mutasi, dan meninggal dunia. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya modal usaha, volume usaha, serta Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi dalam beberapa tahun terakhir.


Meski demikian, pengurus berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus melakukan berbagai pembenahan agar koperasi dapat kembali berkembang.


Selain menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, RAT juga membahas perubahan Anggaran Dasar sebagai penyesuaian terhadap kondisi keanggotaan serta rencana pengembangan usaha ke depan. Edie berharap seluruh anggota berpartisipasi aktif memberikan saran dan masukan demi kemajuan koperasi.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, Akhmad Bayhaqie, yang diwakili Kepala Seksi Kelembagaan dan Perizinan, M. Furqon Barozi, mengapresiasi pengurus, pengawas, dan anggota KPN Bima Putera yang berhasil menyelenggarakan RAT untuk tiga tahun buku sekaligus.


Furqon mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya DKUMPP Kabupaten Banjar telah melaksanakan kegiatan penguatan kelembagaan koperasi, termasuk memberikan pendampingan kepada KPN Bima Putera. Dalam kegiatan tersebut, pengurus menyampaikan kesiapan laporan pertanggungjawaban serta komitmen untuk segera melaksanakan RAT.


Ia menegaskan bahwa Rapat Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Karena itu, seluruh anggota diharapkan aktif memberikan masukan dan berperan dalam menentukan arah kebijakan koperasi ke depan.


Menurut Furqon, tantangan berupa penurunan jumlah anggota, modal usaha, volume usaha, dan SHU harus menjadi bahan evaluasi bersama. Ia juga mendorong koperasi melakukan inovasi usaha agar tidak hanya bergantung pada unit simpan pinjam.


"Kami sangat menyambut baik rencana perubahan Anggaran Dasar yang akan membuka peluang pengembangan usaha baru. Koperasi dapat mempertimbangkan usaha penyediaan kebutuhan anggota, kredit barang, maupun jenis usaha lain yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan dapat dijalankan secara efektif," ujarnya.


Furqon menambahkan, salah satu indikator koperasi yang berkualitas adalah meningkatnya aset dan volume usaha. Oleh karena itu, pengurus didorong menyusun berbagai terobosan, termasuk memperluas keanggotaan guna meningkatkan modal sendiri.


Ia juga mengingatkan bahwa persaingan dengan layanan keuangan digital dan pinjaman daring menjadi tantangan besar bagi koperasi yang memiliki unit simpan pinjam. Kemudahan akses layanan keuangan digital menuntut koperasi melakukan diversifikasi usaha agar tetap mampu bersaing serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya.


"Semoga seluruh agenda RAT dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi keberlangsungan koperasi serta menjadi titik awal peningkatan kinerja organisasi dan usaha pada tahun-tahun mendatang," tutup Furqon.


Komentar