Terapkan Pembelajaran Holistik Berbasis Karakter, Pengawas TK Tinjau KBM Minggu Kedua di TK IT SBB Arrahmah
MARTAPURA, InfoPublik – Memasuki minggu kedua pasca Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), TK IT SBB Arrahmah yang berlokasi di Jl. Sultan Adam, Tanjung Rema, Martapura, terus memantapkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, Pengawas TK, Makhrita Iriani, S.Pd., melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) di lembaga tersebut.
TK IT SBB Arrahmah sendiri merupakan sekolah binaan Indonesia Heritage Foundation (IHF) yang menerapkan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK). Kepala TK IT SBB Arrahmah, Gt. Antung Rahmi Hidayati, menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran saat ini sepenuhnya menggunakan modul ajar PHBK.
Sejak pukul 07.45, suasana sekolah sudah hidup dengan kegiatan Tahfidz (metode Tilawati dan hafalan surah pendek) bagi siswa yang datang lebih awal. Dilanjutkan dengan agenda rutin pukul 08.00 berupa baris-berbaris, gerak dan lagu, serta pertemuan pagi yang diisi dengan pembiasaan salam, doa, pilar karakter, dan literasi. Pagi itu juga diisi dengan senam bersama dengan iringan lagu bertema "Rukun Sama Teman".
Kegiatan hari itu terasa istimewa karena adanya salah satu peserta didik yang merayakan ulang tahun. Momen ini dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan empati kepada seluruh siswa.
Terkait tradisi perayaan ulang tahun di sekolah, Pengawas TK, Makhrita Iriani, S.Pd., memberikan arahan strategis agar pihak sekolah mampu mengelola kegiatan tersebut secara bijak.
"Kami mendukung penuh setiap kegiatan yang membangun kebersamaan. Jika ada anak yang ingin merayakan ulang tahun di sekolah, sampaikanlah makna ulang tahun yang sesungguhnya. Perayaan boleh dilakukan dengan syukuran, namun sifatnya tidak wajib. Fokuslah pada nilai kebersamaan secara sederhana. Guru dapat membatasi dengan meminta orang tua membawa makanan yang sederhana dan merata untuk semua murid guna mengajarkan empati. Jika ada siswa yang tidak mampu merayakan, guru bisa menciptakan tradisi kelas yang lebih inklusif, seperti saling mendoakan atau membuat kartu ucapan bersama," pesan Makhrita Iriani.
Kegiatan di TK IT SBB Arrahmah ditutup dengan makan bersama dan bermain bebas yang diakhiri dengan doa serta salam. Pendekatan PHBK yang diterapkan terbukti mampu menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, di mana setiap momen, termasuk perayaan ulang tahun, dijadikan sarana bagi anak-anak untuk saling menyayangi dan menghargai satu sama lain.
