BPBD Banjar Aktifkan Posko Karhutla dan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Capai 430.050 Liter
Martapura, InfoPublik– Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kekeringan di musim kemarau, BPBD Kabupaten Banjar mengaktifkan Posko Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan mulai Kamis (16/7/2026).
Posko induk berada di Kantor BPBD Kabupaten Banjar, sementara dua posko lapangan didirikan di Kecamatan Martapura Barat dan Kecamatan Beruntung Baru sebagai wilayah yang menjadi fokus pemantauan dan penanganan.
Aktivasi posko melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari BPBD Kabupaten Banjar, TNI, Polri, DPKP Kabupaten Banjar, PMI Kabupaten Banjar, Brigdahut Karhutla Sultan Adam, BPK Kula Warga, BPK Sabilal Wustho, BPK Combat, serta para relawan. Keberadaan posko diharapkan dapat mempercepat koordinasi, respons, dan penanganan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan maupun dampak kekeringan.
Selain penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Banjar juga terus melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat sumber air yang mengering serta pencemaran air Sungai Martapura.
Berdasarkan data per 16 Juli 2026 pukul 16.00 WITA, BPBD Kabupaten Banjar telah menyalurkan 430.050 liter air bersih kepada masyarakat di 22 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Sebanyak 84 unit tandon air juga telah ditempatkan di sejumlah titik untuk memudahkan penyaluran air kepada masyarakat.
Pendistribusian air bersih dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Buser 690 Banjar, DPRKPLH Banjar, DPKP Kabupaten Banjar, PMI Kabupaten Banjar, Emmirate 525, Taufik, Sa'adah, Rekal, Radja, Komsa, BPKP Sedap, Panghid, Indas, Tajam, Kula Warga, Keraton, serta BPBPK Kalimantan Selatan Ditjen Cipta Karya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan bahwa pembentukan posko siaga merupakan langkah untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan bencana selama musim kemarau.
"Musim kemarau tahun ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta krisis air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu, kami mengaktifkan Posko Siaga Karhutla dan Kekeringan agar seluruh unsur dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi. Di sisi lain, pendistribusian air bersih juga terus kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak," ujar Wasis Nugraha.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi, relawan, organisasi, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penanganan karhutla maupun pendistribusian air bersih. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang cepat dan optimal kepada masyarakat.
BPBD Kabupaten Banjar juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau wilayah yang mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
