RSUD Ratu Zalecha Musnahkan 14.235 Berkas Rekam Medis Periode 2009–2014

MARTAPURA, InfoPublik – RSUD Ratu Zalecha Martapura melaksanakan kegiatan pemusnahan berkas rekam medis periode tahun 2009–2014 pada Selasa (14/7/2026) di Aula Manajemen Lantai 2 RSUD Ratu Zalecha Martapura. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengelolaan dan penyusutan arsip yang telah habis masa retensinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ratu Zalecha, Dwi Agus Karyanto, serta dihadiri jajaran direksi RSUD Ratu Zalecha, Sajratul Aslin Nuraniah selaku perwakilan Bagian Hukum Kabupaten Banjar, Masrani selaku perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar, Serta staf Instalasi Rekam Medis.


Dalam sambutannya, Dwi Agus Karyanto menyampaikan bahwa pemusnahan berkas rekam medis merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam melaksanakan pengelolaan arsip secara tertib dan sesuai regulasi.


"Kegiatan ini merupakan tanda pengelolaan dan penyusutan berkas arsip usang untuk dimusnahkan. Berkas yang dimusnahkan ini adalah berkas rekam medis tahun 2009 sampai 2014 di RSUD Ratu Zalecha menggunakan metode penghancur cacah," ujarnya.


Pada kegiatan tersebut, sebanyak 14.235 berkas rekam medis periode tahun 2009 hingga 2014 dimusnahkan menggunakan metode penghancur cacah. Metode ini dipilih untuk memastikan dokumen tidak dapat dikenali maupun dipulihkan kembali sehingga kerahasiaan data dan informasi pasien tetap terjaga.


Sejalan dengan transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan, RSUD Ratu Zalecha saat ini telah meninggalkan penggunaan rekam medis manual atau berbasis kertas dan beralih menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Implementasi RME diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, keamanan data, serta kualitas pengelolaan informasi kesehatan pasien.


Melalui kegiatan ini, RSUD Ratu Zalecha menegaskan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola arsip yang baik, memenuhi ketentuan penyusutan arsip, serta mendukung pelayanan kesehatan yang modern, aman, dan berbasis digital. (Brigade Humas Raza)


Komentar