Edukasi Warga Cegah Tuberkulosis, Puskesmas Mataraman Gelar Sosialisasi TB Paru di Desa Bawahan Pasar

MATARAMAN-InfoPublik- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tuberkulosis (TB) paru, Puskesmas Mataraman melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit TB Paru yang bertempat di Desa Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman, pada Senin (13/7/2026) siang.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang masyarakat umum dan menghadirkan petugas kesehatan dari Puskesmas Mataraman, yaitu Fransisca Purba, S.Kep., Ns dan Norhandayani, A.Md, sebagai narasumber. Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala TB paru, melakukan deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan penularan penyakit di lingkungan sekitar.

Dalam penyampaiannya, petugas kesehatan menjelaskan bahwa tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan dapat menyerang siapa saja. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan dahak atau droplet dari penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara.

Fransisca Purba, S.Kep., Ns menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendorong masyarakat agar mampu mendeteksi dini penyakit TB paru, memutus rantai penularan di lingkungan warga, serta menghilangkan stigma negatif terhadap penderita tuberkulosis.

“Penderita TB dapat sembuh apabila menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, masyarakat tidak perlu mengucilkan penderita, tetapi justru memberikan dukungan agar mereka dapat menyelesaikan pengobatan hingga tuntas,” jelasnya.

Selain memberikan materi mengenai gejala dan pencegahan TB paru, petugas juga mengedukasi peserta tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga ventilasi rumah, menggunakan etika batuk yang benar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan selama dua minggu atau lebih.

Sementara itu, Norhandayani, A.Md menambahkan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam upaya penanggulangan TB. Menurutnya, keberhasilan program pengendalian TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung deteksi dini dan kepatuhan pengobatan penderita.

Peserta sosialisasi tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab mengenai gejala, penularan, pengobatan, serta langkah pencegahan TB paru di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Puskesmas Mataraman berharap masyarakat semakin memahami bahaya tuberkulosis, tidak lagi memberikan stigma negatif kepada penderita, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penularan TB paru. (IP/BRIGADE/MATARAMAN/DIDI)


Komentar