Perkuat Pembelajaran Berkualitas, Disdik Banjar Bekali Guru SD melalui Workshop Literasi, Numerasi, dan Sains Teknologi
MARTAPURA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan Sekolah Dasar menggelar Workshop Penguatan Literasi, Numerasi, dan Sains Teknologi Jenjang SD Kabupaten Banjar Tahun 2026 pada 13–15 Juli 2026 di Aula KH. Kasyful Anwar. Kegiatan ini diikuti sebanyak 325 peserta yang terdiri atas guru kelas atas dan pengawas pendidikan se-Kabupaten Banjar, dengan menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan.
Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Banjar, Darmina Budiyanti, S.Pd., M.M. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat budaya kolaborasi melalui Komunitas Belajar (Kombel) dalam mendukung pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada peserta didik.
Dalam sambutannya, Darmina Budiyanti menegaskan bahwa perkembangan dunia pendidikan yang berlangsung sangat cepat menuntut guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan. Menurutnya, tantangan pendidikan tidak dapat dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan ruang kolaborasi yang mampu menjadi wadah berbagi praktik baik, refleksi, dan pemecahan masalah secara bersama.
"Perubahan yang begitu cepat dalam dunia pendidikan menuntut kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkolaborasi. Guru tidak lagi dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan pembelajaran yang semakin kompleks. Komunitas Belajar menjadi strategi penting untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan," ujar Darmina Budiyanti.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan workshop serta mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Kehadiran pengawas sekolah, Ketua K3S, Komunitas Belajar Guru Kelas, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
"Saya berharap workshop ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi ditindaklanjuti melalui program kerja Komunitas Belajar yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Dengan budaya saling belajar, saling menginspirasi, dan berbagi praktik baik, kita optimistis dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, serta mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik," tambahnya.
Melalui pelaksanaan workshop ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi guru sebagai penggerak utama transformasi pendidikan. Sinergi antara guru, pengawas, komunitas belajar, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta melahirkan generasi Kabupaten Banjar yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
