Hari Terakhir Monev MPLS RAMAH, Disdik Banjar Pastikan Transisi Siswa Baru Berjalan Humanis di Empat SD Martapura

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menuntaskan rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) RAMAH Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (10/7/2026). Memasuki hari kelima sekaligus hari terakhir, pemantauan difokuskan pada jenjang Sekolah Dasar di Kecamatan Martapura sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai prinsip ramah anak.

Tim monev melakukan peninjauan ke empat sekolah, yakni SDN Keraton 3, SDN Keraton 5, SDN Cindai Alus 1, dan SDN Cindai Alus 2. Kegiatan dipimpin Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Dina Hastuti, M.Pd., didampingi Pengawas Sekolah Kecamatan Martapura, Anggraeni Agustin, M.Pd.

Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses transisi peserta didik baru berlangsung secara humanis, menyenangkan, serta bebas dari praktik kekerasan maupun perundungan. Berdasarkan hasil pemantauan, hari terakhir MPLS di seluruh sekolah berlangsung meriah melalui berbagai kegiatan edukatif, mulai dari pengenalan bakat, pembiasaan karakter positif, hingga permainan interaktif yang melibatkan siswa secara aktif.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Disdik Banjar, Dina Hastuti, M.Pd., mengapresiasi komitmen seluruh sekolah dalam menghadirkan pelaksanaan MPLS yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan bagi peserta didik baru.

"Alhamdulillah, hari ini kami melihat langsung bagaimana penutupan MPLS RAMAH di SDN Keraton 3, SDN Keraton 5, serta SDN Cindai Alus 1 dan 2 berjalan dengan sangat luar biasa. Kami menyaksikan lingkungan sekolah yang menyambut anak-anak kita dengan hangat. Tidak ada ketegangan, yang ada justru rasa kekeluargaan yang erat antara guru, orang tua, dan siswa. Kreativitas sekolah dalam mengemas hari terakhir ini patut diacungi jempol karena mampu membuat anak-anak merasa aman dan bersemangat untuk mulai belajar hari Senin nanti," ujarnya.

Ia berharap semangat yang dibangun selama MPLS tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sekolah. Menurutnya, sekolah ramah anak harus menjadi fondasi dalam membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.

"Harapan besar kami, atmosfer RAMAH ini tidak berhenti saat MPLS usai. Ini adalah pondasi awal. Kami ingin konsep sekolah ramah anak, yang aman dari perundungan, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter benar-benar mengakar dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Semoga melalui bekal MPLS yang menyenangkan ini, anak-anak di Kabupaten Banjar tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik sekaligus kokoh dalam karakter akhlak mulia," tambah Dina.

Dengan berakhirnya monitoring di Kecamatan Martapura, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar memastikan pelaksanaan MPLS RAMAH Tahun Ajaran 2026/2027 pada jenjang Sekolah Dasar telah berlangsung sesuai regulasi dan prinsip pendidikan yang humanis. Hasil monitoring ini diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter generasi muda Kabupaten Banjar.


Komentar