Pastikan Kebun TOGA Tetap Produktif, Sekcam Mataraman Lakukan Monitoring Bersama Tim
MATARAMAN, InfoPublik- Sekretaris Camat (Sekcam) Mataraman, H. Muhammad Fakhrurrozie, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Adi Mulyadi dan staf Kecamatan Mataraman melaksanakan kegiatan monitoring Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) PKK Kecamatan Mataraman pada Jumat (10/7/2026) pagi.
Kegiatan monitoring ini dilakukan
sebagai upaya untuk memastikan pemeliharaan dan pengembangan Kebun TOGA yang
menjadi salah satu sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan tanaman
herbal dan obat tradisional. Selain itu, keberadaan kebun TOGA juga mendukung
program ketahanan pangan keluarga serta pelestarian tanaman obat yang
bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Sekcam
Mataraman meninjau langsung kondisi tanaman yang ada di area kebun, mulai dari
jahe, kunyit, kencur, serai, lengkuas, hingga berbagai jenis tanaman herbal
lainnya. Tim juga melakukan pengecekan kebersihan lingkungan kebun, sistem
perawatan tanaman, serta ketersediaan sarana pendukung yang diperlukan untuk
menjaga keberlangsungan kebun TOGA.
Sekcam Mataraman H. Muhammad
Fakhrurrozie menyampaikan bahwa keberadaan kebun TOGA memiliki peran penting
dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman obat yang
mudah ditanam di pekarangan rumah. Menurutnya, tanaman herbal tidak hanya
bermanfaat untuk kesehatan keluarga, tetapi juga dapat menjadi sumber tambahan
ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Melalui monitoring ini, kami
ingin memastikan kebun TOGA PKK Kecamatan tetap terawat dan menjadi contoh bagi
masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Selain
mendukung kesehatan keluarga, keberadaan TOGA juga sejalan dengan program
ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Kesos Adi
Mulyadi menambahkan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara
berkala guna menjaga keberlanjutan program TOGA di Kecamatan Mataraman. Ia
berharap keberadaan kebun TOGA dapat menjadi sarana pembelajaran bagi kader PKK
maupun masyarakat yang ingin mengembangkan tanaman obat di lingkungan
masing-masing.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan diakhiri dengan evaluasi ringan terkait kebutuhan pemeliharaan kebun serta rencana pengembangan jenis tanaman yang akan ditanam pada periode berikutnya.(IP/BRIGADE/MATARAMAN/DIDI)
