Akibat Debit Air Menurun Ikan Mati di Aliran Sungai Martapura

BANJAR, InfoPublik - Sejumlah pemilik keramba ikan di Karang Intan, Kabupaten Banjar mengeluhkan banyaknya ikan mati mendadak sejak Selasa (7/7/2026).


Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar melalui pesan WA, seorang mengabadikan banyaknya ikan jenis bawal dan nila yang mati di Keramba Jala Apung (KJA) di  aliran sungai martapura. 


kejadian ini terjadi di Desa Mali-Mali Kecamatan Karang Intan, menyusul informasi bahwa di tiga desa yakni Desa Pingaran, Desa Tambak Anyar dan Desa Antasan senor banyaknya ikan mati mengambang disepanjang aliran sungai martapura.



seperti disampaikan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menunjukan kadar DO disejumlah lokasi hanya berkisar 0,61-1mg/liter. kadar oksigen yang tercatat hanya sekitar 1mg/liter dengan suhu air 29,7 derajat selsius, pH6 dan kedalam 1,5 - 3 meter.


Sebelum kejadian ikan mati ini DKPP Banjar sudah mengimbau kepada seluruh pembudidaya ikan baik, kolam maupun Keramba Jala Apung (KJA) agar segera mengantisipasi potensi penurunan debit air Waduk Riam Kanan.


Kepala DKPP Banjar Sipliansyah Hartani menghimbau penanganan ikan mati di Keramba Jala Apung (KJA) pada Bantaran Sungai Martapura akibat penurunan debit air sungai dan kualitas lingkungan perairan   1. Tidak membuang bangkai ikan ke Sungai Martapura atau Badan Air lainnya karena dapat meperburuk kualitas air, meningkatkan pencemaran, menimbulkan bau serta berpotensi memicu kematian ikan yang lebih luas," jelasnya.


Langkah cepat perluas diambil adalah segera mengumpulkan ikan yang mati dari keramba jala apung dan menanganinya secara benar melalui penguburan, pemanfaatan sesuai ketentuan yang berlaku atau dengan metode lain yang ramah lingkungan," tegas sipliansyah.


DKPP banjar mengajak seluruh pembudidaya dan masyarakat untuk tetap tenang dan bersama - sama menjaga kelestarian Sungai Martapura sebagai sumber kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.


Komentar