IPLT Cahaya Kencana Jadi Fokus Rakor Pokja PKP Kabupaten Banjar

MARTAPURA, InfoPublik – Dalam upaya memperkuat sinergi pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar melalui Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IK) menggelar Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bauntung Kantor Bapperida Banjar, Senin (6/7/2026) pagi,


Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Herlina Maulidah, didampingi Fungsional Perencana Muda M. Haris, Fungsional Perencana Pertama Ikhwan Wahyudi Rahman beserta jajaran staf.


Rakor turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, serta BLUD Intan Hijau.



Mengawali rapat, Herlina Maulidah menyampaikan bahwa pertemuan kali ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni pembahasan hasil Feasibility Study (FS) Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Cahaya Kencana serta sinkronisasi penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan penyediaan akses sanitasi. Menurutnya, kedua agenda tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kawasan permukiman yang sehat, layak huni, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.


"Hari ini kita akan membahas hasil FS IPLT Cahaya Kencana yang telah disusun sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan ke depan. Selain itu, kita juga melakukan sinkronQisasi program penanganan RTLH dengan akses sanitasi agar setiap intervensi pembangunan rumah layak huni benar-benar didukung sanitasi yang memadai. Sinergi seluruh anggota Pokja PKP sangat diperlukan agar program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran," ujar Herlina.


Dalam sesi pemaparan, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRP Kabupaten Banjar Fakhrurrazi menyampaikan hasil studi kelayakan yang disusun oleh tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi IPLT Cahaya Kencana saat ini belum mampu beroperasi secara optimal. Sejumlah unit pengolahan masih berfungsi, namun mengalami berbagai permasalahan teknis seperti sedimentasi lumpur, keretakan struktur, gangguan sistem perpipaan, hingga kondisi Sludge Drying Bed dan wetland yang belum bekerja sesuai desain.



Fakhrurrazi menjelaskan, studi tersebut merekomendasikan perlunya revitalisasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap fasilitas IPLT, mulai dari perbaikan struktur bangunan, pengurasan lumpur secara berkala, pemeriksaan sistem perpipaan, hingga optimalisasi layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2). Langkah tersebut dinilai penting agar pengolahan lumpur tinja memenuhi standar pelayanan sanitasi sekaligus mendukung upaya perlindungan lingkungan di Kabupaten Banjar.


Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta rapat. Perwakilan DPRKPLH menekankan pentingnya revitalisasi IPLT secara menyeluruh agar persoalan yang selama ini terjadi tidak terus berulang.


Mereka juga menyoroti perlunya kejelasan master plan dan dokumen Detail Engineering Design (DED), penanganan rembesan pada sejumlah unit pengolahan, penyediaan atap pada kolam pengering lumpur, serta pemasangan aerator untuk meningkatkan efektivitas proses pengolahan dan mencegah penyumbatan saluran.


Melalui rapat koordinasi ini, seluruh anggota Pokja PKP diharapkan memiliki kesamaan persepsi dalam menyusun langkah strategis penanganan sanitasi dan kawasan permukiman di Kabupaten Banjar. Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan perumahan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga didukung sistem sanitasi yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat.(Ione/Brigade Bapperida)


Komentar