Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dinkes Banjar Gelar Rakor Posyandu Layanan Primer
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Posyandu Layanan Primer sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Posyandu Bertempat di Hotel TreePark Banjarmasin pada Senin (22/6), yang dihadiri lintas sektor dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.
Dalam arahannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan primer merupakan salah satu pilar transformasi kesehatan yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, mudah diakses, dan terjangkau.
“Pelayanan kesehatan primer diselenggarakan secara terintegrasi mulai dari posyandu, puskesmas, hingga jejaring pelayanan kesehatan lainnya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pada setiap fase kehidupan, baik individu, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Layanan Primer yang tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjangkau seluruh kelompok usia melalui pendekatan siklus hidup. Sasaran pelayanan meliputi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Selain itu, Posyandu Layanan Primer juga mengintegrasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara lebih komprehensif dan merata.
“Posyandu menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Keterpaduan semua unsur akan menjadikan posyandu sebagai tempat pelayanan yang aman, nyaman, bermutu, dan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Noripansyah.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang utuh. Menurutnya, konsep sehat tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, terdapat sekitar 1.000 orang dengan gangguan jiwa berat dan sekitar 7.000 orang yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan jiwa yang tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kesehatan jiwa menjadi bagian dari pelayanan dalam Posyandu Layanan Primer. Karena sehat tidak hanya jasmani, tetapi juga mental. Oleh karena itu, skrining kesehatan jiwa juga menjadi salah satu layanan yang diberikan,” jelasnya.
Melalui rakor ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, mitra pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan Posyandu Layanan Primer sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Banjar melalui pelayanan yang lebih dekat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
