Perkuat Pencegahan DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Gelar Sosialisasi dan Pembentukan Kader Jumantik Tahun 2026
Dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi dan Pembentukan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kamis (25/6). Kegiatan ini diikuti oleh calon kader Jumantik dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar dan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM.
Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat sebagai ujung tombak pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Melalui pembentukan kader Jumantik, diharapkan tercipta agen-agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat sekaligus melakukan pemantauan jentik nyamuk secara rutin di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam sambutannya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa Demam Berdarah Dengue hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius. Perubahan cuaca, tingginya mobilitas masyarakat, serta masih ditemukannya tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan DBD apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan pengobatan. Salah satu langkah yang paling efektif adalah menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk secara rutin dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat," ujar Dr. H. Noripansyah.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengendalikan DBD. Diperlukan dukungan aktif masyarakat, khususnya para kader Jumantik yang akan menjadi perpanjangan tangan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam melakukan edukasi, pemantauan jentik, serta menggerakkan masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Menurutnya, kader Jumantik memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi keberadaan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat. Selain melakukan pemeriksaan jentik secara berkala, kader juga diharapkan mampu memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menerapkan berbagai upaya pencegahan lainnya melalui gerakan 3M Plus.
"Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, seluruh kader mampu memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, melaksanakan pemantauan jentik secara rutin, menyampaikan hasil pemantauan kepada petugas kesehatan, serta menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari jentik nyamuk," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah bersedia menjadi kader Jumantik. Menurutnya, keikutsertaan para kader merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Banjar.
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kader Jumantik. Tugas yang akan Bapak dan Ibu emban merupakan tugas yang sangat mulia, karena turut menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Semoga semangat pengabdian ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.
Sebagai penutup sambutannya, Dr. H. Noripansyah mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat dalam mendukung Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik sebagai upaya bersama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pembentukan Kader Jumantik Kabupaten Banjar Tahun 2026.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang peserta, kemudian dilaksanakan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen seluruh peserta dalam mendukung program pengendalian DBD di Kabupaten Banjar.
Rangkaian kegiatan berikutnya diisi dengan penyampaian materi mengenai tugas dan fungsi kader Jumantik, teknik pemeriksaan jentik nyamuk, tata cara pelaporan hasil pemantauan, serta strategi komunikasi kepada masyarakat dalam menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga dilanjutkan dengan praktik lapangan berupa pemeriksaan tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Melalui praktik tersebut, para kader memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi keberadaan jentik sekaligus menentukan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kader Jumantik yang telah dibentuk mampu menjadi motor penggerak di tengah masyarakat dalam menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh lapisan masyarakat, diharapkan angka kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Banjar dapat terus ditekan sehingga terwujud masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
