Kolaborasi Pemangku Kepentingan Rumuskan Masa Depan Desa Cindai Alus dan Sungai Batang

MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong pengembangan kawasan perdesaan berbasis potensi lokal melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) atau Planning Charrette dalam rangka pelaksanaan lanjutan Small Joint Research pengembangan kawasan perdesaan berbasis Regional Circulating and Ecological Sphere (RCES) pada Kawasan Perdesaan Prioritas. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, ini menjadi wadah untuk menyatukan gagasan dan langkah strategis pembangunan desa yang berkelanjutan.

FGD tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, pengelola usaha desa, hingga masyarakat setempat untuk bersama-sama merumuskan arah pengembangan kawasan perdesaan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah. Diskusi berfokus pada penguatan ekonomi lokal, pemanfaatan sumber daya daerah, serta peluang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kawasan perdesaan.

Dalam kegiatan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar turut hadir dan berperan aktif dalam proses pendampingan serta fasilitasi diskusi. Bapperida diwakili oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Dedi Nurmadi, serta Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA), Nuri Ansyari, beserta staf  yang mendampingi jalannya kegiatan sekaligus memberikan masukan terkait arah kebijakan pembangunan berbasis riset dan inovasi daerah yang dilakukan antara pemangku kepentingan  dengan Ketua Tim Peneliti IGES, Bijon Kumer Mitra, didampingi Satoshi Kojima dan Mika Tachibana, serta Dayinta Pinasthika dari Citieslab bersama tim.

Sejumlah pemangku kepentingan tersebut di antaranya perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, pihak PLN UP3 Martapura, Bank Kalsel Cabang Martapura, pemerintah Kecamatan Martapura dan Kecamatan Martapura Barat, serta pengelola BUMDes dan Koperasi Merah Putih dari Desa Cindai Alus dan Desa Sungai Batang.

Selain unsur pemerintah dan dunia usaha, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan masyarakat Desa Cindai Alus dan Desa Sungai Batang sebagai pihak yang akan menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari pengembangan kawasan perdesaan tersebut. Kehadiran masyarakat dinilai penting untuk memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan dan potensi yang ada di lapangan.

Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, berbagai gagasan dan usulan pengembangan kawasan berhasil dihimpun, mulai dari penguatan sektor pertanian, pengembangan usaha mikro dan koperasi desa, peningkatan daya tarik wisata berbasis budaya lokal, hingga penguatan infrastruktur pendukung dan akses layanan dasar masyarakat. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyusunan strategi pengembangan kawasan perdesaan prioritas berbasis RCES di Kabupaten Banjar.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi dan komitmen bersama antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan kawasan perdesaan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor yang terjalin diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Cindai Alus, Desa Sungai Batang, dan kawasan perdesaan lainnya di Kabupaten Banjar.(Ione/Brigade Bapperida)


Komentar