Outing Class Kelas IX SMPN 1 Aranio di Pantai Batakan, Perpisahan Bermakna dengan Aksi Peduli Lingkungan
TANAH LAUT, InfoPublik – SMPN 1 Aranio menggelar kegiatan
outing class sekaligus perpisahan murid kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 di
Pantai Batakan, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh murid
kelas IX, tenaga kependidikan, wali murid, serta didampingi kepala sekolah dan
dewan guru dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu
tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan perpisahan, tetapi juga sarana
pembelajaran di luar kelas yang menanamkan nilai kepedulian sosial dan
lingkungan kepada para murid. Dalam kegiatan tersebut, peserta melaksanakan
aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah di sepanjang kawasan wisata
Pantai Batakan.
Ketua pelaksana kegiatan yang juga perwakilan wali murid,
Sherly, menyampaikan bahwa kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman yang
berkesan sekaligus edukatif bagi para murid. “Kami ingin perpisahan ini tidak
hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga memberikan nilai positif bagi
anak-anak. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk melakukan aksi
bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi
pembelajaran berharga bagi para murid mengenai pentingnya tanggung jawab sosial
dalam kehidupan sehari-hari. “Harapannya, murid dapat membawa pengalaman ini
sebagai kenangan indah sekaligus pembelajaran tentang tanggung jawab sosial,”
tambah Sherly.
Dalam pelaksanaannya, para murid dibagi ke dalam beberapa
kelompok untuk memudahkan proses pengumpulan sampah. Sampah yang berhasil
dikumpulkan kemudian dipilah dan dibuang pada tempat yang telah disediakan.
Aksi peduli lingkungan tersebut mendapat apresiasi dari para pengunjung pantai
yang menyaksikan langsung semangat para murid menjaga kebersihan kawasan
wisata.
Kepala SMPN 1 Aranio, Yuni Mahrita, mengatakan bahwa
kegiatan perpisahan yang dipadukan dengan aksi sosial merupakan bagian dari
upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. “Kami ingin meninggalkan
kesan bahwa perpisahan bukan hanya tentang mengakhiri masa belajar di SMP,
tetapi juga tentang menunjukkan kontribusi positif kepada masyarakat dan
lingkungan,” tuturnya.
Menurut Yuni
Mahrita, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para murid untuk memahami
bahwa setiap perjalanan harus meninggalkan manfaat bagi sekitar. Ia juga
menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid, tenaga kependidikan, dan
panitia yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Kegiatan kemudian ditutup
dengan ramah tamah dan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan sebelum
para murid melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
