Kaya Tradisi Juara, Distan Banjar Kawal Asman TOGA Telaga Bauntung Bidik Panggung Nasional

Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan berpartisipasi dalam penilaian kelompok Asman Toga di Desa Rampah Kecamatan Telaga Bauntung, Kamis (18/6/2026).

Kelompok Asman Toga (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga) merupakan motor penggerak masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkan tanaman obat tradisional. Kehadiran kelompok binaan ini menjadi pilar penting untuk mewujudkan kemandirian kesehatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga secara swadaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kecamatan Telaga Bauntung Haris Utomo, Pembakal Desa Rampah Indra Jaya, Tim Penilaian Asman Toga, Kelompok Keluarga Binaan dan Kader Asman Toga. Kecamatan Telaga Bauntung sudah mengikuti perlombaan penilaian kelompok asuhan mandiri toga dan akupressur tingkat nasional sebanyak 2 kali. Penilaian bertingkat meliputi Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Tingkat pusat. Untuk perlombaan tingkat provinsi kelompok binaan kecamatan telaga bauntung ini pernah meraih juara 2. 

Kecamatan Telaga Bauntung menorehkan rekam jejak gemilang lewat tradisi juara di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Rentetan prestasi berhasil dikunci secara konsisten, mulai dari Juara 3 oleh Desa Rantau Bujur (2019), Juara 2 oleh Desa Rampah (2021), puncak kejayaan Juara 1 lewat Desa Telaga Baru (2022), hingga kembali mengamankan Juara 3 melalui Desa Lok Tanah (2024). Dominasi inilah yang menjadi modal kuat bagi Kecamatan Telaga Bauntung hingga sukses dua kali menembus panggung persaingan nasional.

Tim penilaian dibagi dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar. Penilaian dari tim Dinas Pertanian Kabupaten Banjar berkaitan dengan jenis tanaman, cara budidaya tanaman,  jenis tanaman dan manfaatnya.

Staf Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan, Bayu Dwianjarhadi mengungkapkan melalui kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur, serai, temulawak, dan tanaman herbal lainnya, anggota kelompok memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman obat secara mandiri.

Selain tentang tanaman Toga keluarga binaan juga mendapatkan pengetahuan tentang akupresur untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran bagi diri sendiri dan keluarga agar tidak mudah jatuh sakit. Sehingga kombinasi ramuan herbal dan pijatan akupresur menjadi alternatif pengobatan untuk mengatasi masalah kesehatan ringan.
(Brigade Distan Syaripuddin)


Komentar