Rembuk Stunting Kecamatan Beruntung Baru Perkuat Komitmen Bersama dalam Percepatan Penurunan Stunting

Komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Desa Kampung Baru di Balai Desa Kampung Baru, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi wadah strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam pencegahan dan penanganan stunting. Forum ini juga menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, Pambakal Desa Kampung Baru, Fahmi, Ketua dan Anggota BPD Desa Kampung Baru, aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Beruntung Baru, perwakilan UPTD Puskesmas Beruntung Baru, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, bidan desa, TP PKK, guru PAUD, Pendamping Desa (PD), serta PLKB Kecamatan Beruntung Baru.

Dalam rembuk tersebut, berbagai isu strategis menjadi perhatian bersama, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana Posyandu, edukasi kepada orang tua terkait pencegahan dan penanganan stunting, pemberian makanan tambahan dan vitamin bagi balita, Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, dukungan anggaran sarana dan operasional termasuk honor PPKBD, hingga pemanfaatan aset desa untuk mendukung kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan tantangan pembangunan sumber daya manusia yang harus ditangani secara bersama-sama.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi kita. Karena itu, penanganannya memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, hingga keluarga. Jika kita bergerak bersama, saya yakin angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Beruntung Baru akan semakin baik,” tegas Wahidin Noor.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menjaga kesehatan ibu hamil, serta rutin memantau tumbuh kembang balita melalui Posyandu.

Sementara itu, Pambakal Desa Kampung Baru, Fahmi, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung program-program kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kami menyadari bahwa investasi terbaik bagi desa adalah investasi pada generasi penerus. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Kampung Baru akan terus mendukung program-program kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pencegahan stunting, melalui penguatan Posyandu, peningkatan edukasi kepada masyarakat, dan dukungan anggaran yang memadai,” ujar Fahmi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan menekan angka stunting memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari bersama-sama memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, tim kesehatan dari UPTD Puskesmas Beruntung Baru memaparkan pentingnya intervensi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut dinilai sebagai fase paling menentukan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tim kesehatan menjelaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga faktor pola asuh, sanitasi lingkungan, akses layanan kesehatan, dan kesadaran masyarakat dalam memantau tumbuh kembang anak secara rutin.

“Stunting merupakan kondisi yang dapat dicegah apabila intervensi dilakukan sejak dini. Pemenuhan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala merupakan langkah penting untuk memastikan anak tumbuh sehat dan optimal,” ungkap perwakilan tim kesehatan UPTD Puskesmas Beruntung Baru.

Pihak puskesmas juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kampung Baru beserta seluruh kader kesehatan yang selama ini aktif mendukung berbagai program kesehatan masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, PAUD, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya menurunkan angka stunting. Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis target penurunan stunting dapat tercapai dan kualitas kesehatan masyarakat akan semakin meningkat,” jelasnya.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, diharapkan lahir berbagai program dan langkah nyata yang mampu mempercepat penurunan angka stunting di Desa Kampung Baru. Semangat gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam forum ini menjadi modal penting untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA 


Komentar