BPBD Banjar Lakukan Koordinasi dan Sosialisasi Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan di Desa Maniapun
BANJAR, InfoPublik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan koordinasi sekaligus sosialisasi himbauan larangan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Maniapun, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan menyusul terpantau adanya titik panas (hotspot) di wilayah Desa Maniapun berdasarkan pemantauan satelit NASA-MODIS pada 8 Juni 2026 dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori sedang (medium), berada pada koordinat latitude -3,33749 dan longitude 115,14577.
Koordinasi dan sosialisasi tersebut dilakukan oleh Plt. Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Banjar bersama staf serta Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banjar dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode cuaca yang cenderung lebih kering.
Dalam sosialisasi tersebut, petugas menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada aparat desa maupun petugas terkait apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran di wilayah sekitar.
Selain memberikan edukasi, BPBD Kabupaten Banjar juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa guna memperkuat langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas sosial ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Maniapun menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Banjar dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan tindak lanjut BPBD Kabupaten Banjar. Sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta lebih peduli terhadap upaya pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing," ujarnya
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan bahwa pemantauan titik panas yang terdeteksi melalui satelit harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah preventif di lapangan.
"Setiap informasi hotspot yang terpantau menjadi perhatian kami untuk segera dilakukan koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran," tegasnya.
Melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Banjar berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan karhutla semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Pengaron, khususnya Desa Maniapun, dapat dicegah sedini mungkin.NH
