Distan Banjar Pacu Semangat Petani Milenial Kertak Hanyar Lewat Budidaya Terong Ungu

BANJAR, InfoPublik – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Bidang Penyuluhan Pertanian menggelar bimbingan teknis (bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Petani di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kertak Hanyar, Senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Banjar yang bertujuan menciptakan petani muda yang mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha. Program ini merupakan replikasi Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian melalui keterlibatan generasi muda.

Melalui program Batumbang Tani Manis (Banjar Tumbuh Kembangkan Petani yang Maju, Mandiri, dan Agamis), pada 2025 Dinas Pertanian telah melaksanakan 16 kelas pelatihan yang diikuti 400 peserta dari 16 kecamatan di Kabupaten Banjar.

Bimtek kali ini secara khusus mengangkat materi budidaya terong ungu. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, didampingi Koordinator Penyuluh, tim penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kertak Hanyar, narasumber Masrani, serta para peserta pelatihan.

Dalam arahannya, Warsita mengatakan sektor pertanian di Kabupaten Banjar saat ini menghadapi tantangan regenerasi petani. Menurutnya, jumlah petani terus berkurang dan sebagian besar yang masih aktif berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih relatif rendah.

"Kondisi ini menjadi perhatian bersama. Karena itu, kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Petani dilaksanakan sebagai upaya mendorong lahirnya petani muda dan petani milenial yang mampu berwirausaha serta mengembangkan usaha pertanian secara mandiri," ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar terus mengoptimalkan program Batumbang Tani Manis dan mengembangkan program Baturai Intan sebagai program lanjutan pasca-YESS yang menyasar kalangan santri.

"Mengingat karakter religius Kabupaten Banjar, program ini diarahkan untuk membekali para santri dengan keterampilan kewirausahaan di bidang pertanian. Tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi pesantren sekaligus melahirkan generasi baru petani dari kalangan santri," jelas Warsita.

Ia menambahkan, kedua program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menutup arahannya, Warsita mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pertanian di masa mendatang.

"Ikuti kegiatan ini dengan serius dan manfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi usaha pertanian yang dijalankan," pungkasnya. (Brigade Distan/Syaripuddin)


Komentar