Kabupaten Banjar Dinilai Sukses Kembangkan Budaya Inovasi Pelayanan Publik

MARTAPURA - Komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik kembali mendapat perhatian dari kalangan akademisi nasional. Melalui kerja sama Laboratorium Inovasi antara Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BAPPERIDA dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Nuri Ansyari didapuk menjadi narasumber penelitian yang dilakukan Politeknik STIA LAN Bandung. Wawancara bersama peneliti Rike Anggun Artisa dan tim tersebut dilaksanakan secara virtual pada Jumat (29/5/2026) pagi di ruang kerja Kabid RIDA.

Penelitian tersebut mengangkat tema “Kemampuan Dinamis Organisasi Publik dalam Menavigasi Ketidakpastian dalam Inovasi Pelayanan Publik.” Kabupaten Banjar bersama Kabupaten Sorong dipilih sebagai lokus penelitian karena dinilai mampu mengembangkan inovasi pelayanan publik melalui Program Laboratorium Inovasi di bawah pembinaan Lembaga Administrasi Negara. Program tersebut dianggap berhasil membangun budaya inovasi yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan diperkuat melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

Dalam paparannya, Rike Anggun Artisa menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa ketidakpastian bukan hanya menjadi hambatan, melainkan kondisi yang harus dikelola oleh organisasi publik melalui kemampuan adaptif dan strategi inovatif.

Menurutnya, tantangan dalam inovasi sering muncul sejak tahap awal perumusan kebijakan, seperti keterbatasan data, belum optimalnya pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat, keterbatasan anggaran hingga ketidakjelasan regulasi pendukung.

Ia menilai kemampuan pemerintah daerah dalam merespons kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan inovasi pelayanan publik. Karena itu, penelitian ini berupaya menggali bagaimana organisasi publik mampu bertahan, beradaptasi dan terus menghadirkan inovasi meskipun berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Kabupaten Banjar dipandang memiliki pengalaman yang relevan dalam membangun ekosistem inovasi yang terus berkembang melalui pembinaan Laboratorium Inovasi.

Pada kesempatan tersebut, Nuri Ansyari memaparkan sejumlah inovasi daerah yang dikembangkan BAPPERIDA Kabupaten Banjar, di antaranya BSI (Bapperida Sapa Inovator) dan SIANIDA (Suara Inspirasi Anak Inovasi Daerah). Kedua program tersebut menjadi wadah edukasi, pembinaan serta penyebarluasan informasi inovasi kepada masyarakat melalui media digital, webinar, radio hingga berbagai platform komunikasi publik lainnya.

Menurut Nuri, pendekatan komunikasi yang terbuka menjadi salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan inovasi daerah.

Tidak hanya itu, Nuri juga menjelaskan berbagai inovasi yang dikembangkan SKPD lain, khususnya di bidang pelayanan kependudukan, pertanian dan kesehatan guna mendukung peningkatan kualitas layanan publik yang cepat, mudah dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong terciptanya budaya inovasi yang kolaboratif, adaptif dan berkelanjutan agar setiap perangkat daerah mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pelayanan publik di daerah.

Dipenutup wawancara Nuri berharap dari hasil penelitian nantinya dapat memberikan gambaran dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan inovasi pelayanan publik, khususnya dalam memperkuat kemampuan organisasi pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian di masa mendatang.(Ione/Brigade Bapperida)


Komentar