Lawan Bencana Asap, Distan Banjar dan Perkebunan Sepakati Strategi Kepung Karhutla
BANJARBARU, InfoPublik – Menghadapi ancaman musiman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bergerak cepat mematangkan strategi mitigasi. Langkah taktis ini diwujudkan melalui rapat koordinasi (Rakoor) lintas sektor yang digelar di Overthink Coffee Headquarter, Banjarbaru, Jumat (29/5/2026).
Pertemuan yang diinisiasi korporasi perkebunan di wilayah Kabupaten Banjar ini dihadiri langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita, didampingi Plt Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Abdul Basyid. Hadir pula jajaran delegasi dari perkebunan, mulai dari PT Palmina Utama, PT SSM, PT Mondrat Intan Barakat, PT Talenta Bumi, hingga Koperasi Agrosindo.
Kepala Distan Banjar, Warsita, menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat adalah kunci utama dalam menekan potensi bencana asap. Dari meja diskusi tersebut, lahir sejumlah komitmen kuat yang siap dieksekusi di lapangan.
Distan Kabupaten Banjar langsung menetapkan empat langkah taktis untuk memperkuat benteng pertahanan diantaranya menggerakkan kembali Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di desa-desa rawan, menggelar pertemuan khusus bagi anggota KTPA terkait teknis mitigasi Karhutla, mengusulkan penggunaan Handy Talky (HT) guna mempercepat koordinasi nirkabel di lapangan.
Di sisi lain, sektor swasta menunjukkan komitmen serupa. PT Palmina Utama memaparkan bahwa mitigasi Karhutla telah menjadi atensi khusus Kapolda Kalsel. Pihaknya pun telah membangun KTPA mandiri, melengkapi alat pemadam, serta rutin melakukan monitoring titik api melalui menara pantau, patroli darat, hingga pemantauan udara menggunakan drone.
Komitmen serupa ditegaskan oleh PT Talenta Bumi, PT Mondrat Intan Barakat, dan Kop Agrosindo yang menyatakan kesiapannya mendukung penuh pertemuan KTPA serta memperkuat kolaborasi antar-perusahaan.
Lewat rakoor ini, sinergi antara Distan Banjar dan dunia usaha diharapkan mampu menciptakan sistem peringatan dini dan penanganan yang lebih solid, demi menjaga Kabupaten Banjar bebas dari bencana asap tahun ini. (Brigade Distan Syaripuddin)
