Tingkatkan Kapasitas Pendamping Keluarga, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan Kader TPK di Kec. Gambut
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
- dinsosppkb
- 3
Kab.Banjar, Info Publik-Keluarga merupakan pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas. Namun, tantangan di lapangan seperti risiko stunting, keterbatasan akses informasi kesehatan, dan dinamika ekonomi keluarga memerlukan penanganan yang lebih intensif serta terukur. TPK yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membutuhkan penyegaran wawasan dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.
Berdasarkan hal tersebut Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, melalui Bidang Keluarga Berencana (KB), sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang berpusat di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Gambut ini digelar dalam rangka memperkuat garda terdepan penanganan isu keluarga dan percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Sukini, beserta tim kabupaten. Hadir pula Koordinator PKB Kecamatan Gambut beserta jajaran, serta 15 orang kader TPK pilihan yang mewakili 5 desa di wilayah Kecamatan Gambut.
Acara resmi dibuka oleh Koordinator PKB Kecamatan Gambut, Nurul Aulia. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para kader yang selama ini menjadi jembatan program pemerintah di tengah masyarakat.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan sekaligus paparan materi inti oleh Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sukini. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas strategi penguatan ketahanan keluarga yang diintegrasikan dengan upaya peningkatan ekonomi lokal.
Dalam arahannya, Sukini menekankan bahwa kerja-kerja pendampingan keluarga bukan sekadar pemenuhan target data administrasi, melainkan sebuah sentuhan kemanusiaan yang nyata.
"Kader TPK adalah wajah pemerintah di lapangan. Ketika Ibu-ibu mendatangi rumah warga, bawalah senyuman dan empati. Tugas kita bukan hanya mencatat, tetapi hadir mendengarkan, merangkul, dan memberikan solusi agar keluarga-keluarga kita di Kabupaten Banjar, khususnya di Gambut, bisa lebih mandiri secara ekonomi dan sehat secara fisik," ujar Sukini dengan hangat.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Aulya Ricky Rimbawan terkait penggunaan aplikasi ELSIMIL SIGA Mobile
Beliau juga menyampaikan harapan besar dari terselenggaranya pelatihan intensif ini untuk jangka panjang.
"Kami berharap, sepulang dari balai penyuluhan ini, 15 perwakilan kader dari 5 desa ini membawa energi baru. Jadilah motor penggerak yang solid. Melalui keterpaduan peran Bidan yang mengawal kesehatan, PKK yang menggerakkan dasawisma, dan Kader KB yang mengedukasi program berencana, kita optimis ketahanan ekonomi dan kualitas hidup keluarga di Kecamatan Gambut akan meningkat secara signifikan."
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan komitmen bersama dari seluruh kader TPK untuk langsung mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pendampingan berkala di desa masing-masing.
Agusto-Adam Dinsos
