Rakoor Bahas Stunting, KLA, Narkoba hingga Bantuan Bencana
BANJAR, InfoPublik – Camat Karang Intan, H. Pusaro Riyanto, menghadiri Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakoor) yang membahas penanggulangan stunting, Kabupaten Layak Anak (KLA), penanggulangan narkoba, serta penyaluran bantuan bencana di Aula Barakat Setda Banjar, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para camat se-Kabupaten Banjar, unsur SKPD terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Banjar, H. Saidi Mansyur, menegaskan pentingnya peran kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah.
“Permasalahan stunting, perlindungan anak, penyalahgunaan narkoba, hingga penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Saya berharap seluruh kecamatan dapat meningkatkan koordinasi serta turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga sinergi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Kita ingin Kabupaten Banjar menjadi daerah yang sehat, aman, ramah anak, dan tangguh terhadap bencana. Oleh karena itu, kolaborasi antarinstansi harus terus diperkuat agar seluruh program dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tambahnya.
Dalam Rakoor tersebut, sejumlah narasumber menyampaikan materi terkait langkah strategis percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan gizi keluarga, penguatan edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada ibu hamil dan balita.
Selain itu, dibahas pula upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui peningkatan perlindungan terhadap hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Pada pembahasan penanggulangan narkoba, peserta diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sosialisasi dan pengawasan lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam pencegahan dini.
Pembahasan mengenai penyaluran bantuan bencana juga menjadi perhatian, terutama untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan cepat, tepat, dan merata kepada masyarakat terdampak.
Sementara itu, H. Pusaro Riyanto menyampaikan bahwa Rakoor menjadi sarana penting untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah antarwilayah.
“Kami di Kecamatan Karang Intan siap mendukung penuh seluruh program pemerintah daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Penanganan stunting, perlindungan anak, pencegahan narkoba, maupun bantuan bencana memerlukan kerja sama dan kepedulian bersama,” tegasnya.
Ia berharap hasil Rakoor dapat diterapkan secara nyata hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Semoga melalui koordinasi yang baik, seluruh program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Banjar, khususnya di Kecamatan Karang Intan,” harapnya.
Salah seorang camat dari kecamatan lain juga berharap sinergi antarinstansi semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masyarakat.
“Kami berharap komunikasi dan koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Kegiatan Rakoor berlangsung lancar dan penuh antusias, ditutup dengan sesi diskusi bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera. (IP Kab Banjar Brigade Karang Intan/Hernadi)
