Ringankan Beban Korban Kebakaran, Pemkab Banjar Salurkan Bantuan BTT Ratusan Juta Rupiah

MARTAPURA, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

Melalui Dinas Sosial P3AP2KB dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD), Pemerintah Daerah menyalurkan bantuan sosial Belanja Tidak Terduga (BTT) bagi para korban bencana kebakaran di beberapa wilayah Kabupaten Banjar, Selasa (19/5/2026).

Berbeda dengan pola bantuan logistik biasanya, bantuan BTT ini diberikan dalam bentuk uang tunai yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima manfaat. Langkah ini diambil agar penyaluran lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat digunakan langsung oleh korban untuk keperluan mendesak.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Banjar Nomor 8 Tahun 2023, nilai bantuan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan yang diverifikasi oleh tim di lapangan, rusak ringan maksimal Rp 2 juta, rusak sedang maksimal Rp 5 juta dan rusak berat maksimal Rp 10 juta.

Pada periode terbaru, Pemerintah Kabupaten Banjar telah merampungkan penyaluran bantuan bagi korban kebakaran di empat kecamatan. Desa Malintang (Kec. Gambut) jumlah 1 korban/rumah dengan total bantuan Rp 10 juta, Desa Pekauman (Kec. Martapura Timur) jumlah 10 korban/rumah dengan total bantuan Rp 87 juta, Desa Mataraman (Kec. Mataraman) jumlah 4 korban/rumah dengan total bantuan Rp 40 juta dan Desa Belimbing Baru (Kec. Sungai Pinang) jumlah 3 korban/rumah dengan total bantuan Rp 30 juta.

Sejak bulan November 2025 hingga April 2026, Pemerintah Daerah mencatat totalitas dukungan yang telah diberikan kepada warga terdampak bencana sosial kebakaran dengan total penerima 28 rumah/kepala keluarga, total jiwa terbantu berjumlah 81 jiwa dan total anggaran disalurkan berjumlah Rp 239 juta.

Pemerintah Kabupaten Banjar berharap bantuan ini dapat menjadi stimulus bagi para korban untuk membangun kembali hunian mereka yang telah hangus dilalap api. Melalui langkah konkret ini, pemerintah menegaskan kehadirannya di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan sulit.

"Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan membantu mereka pulih lebih cepat untuk kembali menjalani aktivitas normal. Selain dukungan pemerintah, kami juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan gotong royong di lingkungan masing-masing," pungkas Hj. Erny Wahdini, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB.

Dengan adanya skema bantuan tunai ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Banjar dapat berjalan lebih efektif dan membantu menata kembali kehidupan sosial ekonomi masyarakat terdampak. (Ari/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar)


Komentar