Pasangan Usia Subur di Telaga Bauntung Dibekali Edukasi Kespro dan Keunggulan KB MKJP

BANJAR, InfoPublik  – Dalam upaya mewujudkan keluarga yang lebih terencana, sejahtera, dan berkualitas, DinsosP3AP2KB Kab. Banjar, melalui Bidang Keluarga Berencana menggelar kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Selasa (12/5/2026), di Balai Penyuluh KB Kecamatan Telaga Bauntung.

Acara yang dimulai pukul 11.00 WITA ini dihadiri oleh jajaran Bidang KB Kabupaten Banjar, para penyuluh KB, serta diikuti oleh para Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah Kecamatan Telaga Bauntung. Kegiatan resmi dibuka oleh Aulia Rahman,  selaku Koordinator PKB Kecamatan Telaga Bauntung. 

Materi pertama mengenai Kesehatan Reproduksi disampaikan oleh Aulia Dwi Putri, selaku staf Bidang KB. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pemahaman Kespro sangat krusial bagi PUS untuk menjaga kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial. 

Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
Perencanaan Kehamilan: Mengatur waktu yang tepat dan jarak kehamilan untuk memastikan kesejahteraan ibu dan anak. 

Pemahaman Siklus Hormon: Edukasi mengenai fase menstruasi hingga fase luteal agar pasangan lebih mengenali kondisi tubuh. 

Perawatan Kehamilan: Pentingnya gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah, serta kontrol rutin ke tenaga kesehatan. 

Pencegahan Penyakit: Sosialisasi mengenai pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Sesi dilanjutkan oleh Dewi Heriani selaku Staf Bidang KB yang mengupas tuntas mengenai metode kontrasepsi. Fokus utama diarahkan pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dinilai lebih praktis, efisien, dan efektif untuk jangka waktu lama. 

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan perbedaan berbagai jenis alat kontrasepsi:
Non-MKJP: Meliputi Pil KB, Suntik (1 bulan & 3 bulan), serta Kondom. 
MKJP dengan Masa Aktif: Implan yang efektif selama 3 tahun dan IUD yang memiliki masa pemakaian hingga 8 tahun. 
Metode Permanen: Bagi pasangan yang sudah tidak ingin memiliki anak karena faktor usia atau risiko kesehatan, tersedia metode sterilisasi berupa MOW (Metode Operasi Wanita) dan MOP (Metode Operasi Pria). 

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengatur jumlah dan jarak kelahiran guna menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. Selain meningkatkan kesehatan ibu dan anak, penggunaan MKJP diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga secara sosial maupun ekonomi di wilayah Telaga Bauntung.

Agusto/Adam/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar


Komentar