Desa Hakim Makmur Siap Kembangkan 5 Hektare Padi Gogo Merah Varietas Keramat
BANJAR, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pertanian terus memacu diversifikasi pangan lokal dengan membidik pengembangan komoditas unggulan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui monitoring rencana lokasi pengembangan Padi Gogo Khusus (Beras Merah) Varietas Keramat di lahan seluas 5 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Tetap Langeng Desa Hakim Makmur Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan peninjauan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar bersama Tim Bidang Penyuluhan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Pinang. Agenda utama kunjungan meliputi pengecekan kelayakan lahan, ketersediaan sumber air, hingga aksesibilitas jalan guna memastikan keberhasilan budidaya ke depan.
Varietas Keramat dipilih bukan tanpa alasan. Padi gogo jenis ini memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lahan kering dan dikenal kaya akan nutrisi serta antioksidan. Selain aspek kesehatan, varietas ini menjanjikan nilai ekonomi yang menggiurkan bagi petani.
Ketua Poktan Tetap Langeng, Saelan menyatakan kesiapan penuh anggotanya dalam menjalankan program ini. Ia berharap kehadiran Padi Gogo Varietas Keramat dapat menjadi terobosan sumber penghasilan baru bagi warga Desa Hakim Makmur.
"Kami siap mendukung dan melaksanakan program ini dengan sungguh-sungguh. Semoga Padi Gogo Beras Merah Varietas Keramat dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi petani di Desa Hakim Makmur," tegas Saelan.
Guna memaksimalkan produktivitas lahan, petani didorong penanaman tanaman sela yang variatif. Keberadaan komoditas seperti jengkol, petai, durian, dan alpukat diharapkan mampu mendampingi Padi Gogo Varietas Keramat sebagai penopang ekonomi cadangan.
Guna menjaga keberlanjutan program, Dinas Pertanian melalui BPP Sungai Pinang akan memberikan pendampingan teknis secara intensif. Monitoring ini menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa lahan tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga didukung oleh ekosistem budidaya yang mumpuni.
Dengan sinergi antara pemerintah dan petani, program ini diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui komoditas yang adaptif dan bernilai jual tinggi.
(Brigade Distan Syaripuddin)
