BPBD Banjar Lakukan Verifikasi Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Sungai Tabuk dan Martapura Barat
BANJAR, InfoPublik — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan verifikasi terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Tabuk dan Kecamatan Martapura Barat.
Kegiatan verifikasi dilakukan di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, serta Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, sebagai tindak lanjut dari kejadian angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (2/5/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, di Desa Penggalaman RT 01, Kecamatan Martapura Barat, tercatat sebanyak 14 unit rumah terdampak dengan total 14 kepala keluarga atau 46 jiwa. Sementara itu, di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, terdapat 1 unit rumah terdampak dengan 1 kepala keluarga atau 3 jiwa.
Kegiatan verifikasi ini bertujuan untuk memastikan tingkat kerusakan rumah warga secara rinci, mulai dari kategori rusak ringan, sedang hingga berat, guna menentukan langkah penanganan lanjutan yang tepat, Senin (4/5/2026).
Tim BPBD Kabupaten Banjar turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan serta berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan setempat.
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Banjar juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa terpal kepada seluruh kepala keluarga terdampak sebagai bentuk respon cepat penanganan awal pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi ini merupakan bagian penting dalam proses penanganan pascabencana.
“Verifikasi dilakukan untuk memastikan data kerusakan secara akurat sehingga penanganan lanjutan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Banjar akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendukung proses pemulihan bagi warga terdampak.
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu. NH
