DKPP Banjar Laksanakan Survey Pola Pangan Harapan di Kecamatan Sambung Makmur
MARTAPURA, InfoPublik - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
Kabupaten Banjar dalam rangka memperoleh data akurat terkait pola konsumsi pangan
masyarakat, melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan
melaksanakan kegiatan Survey Pola Pangan Harapan (PPH) di Kecamatan Sambung
Makmur, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan survey dilaksanakan pada tiga desa, yaitu Desa
Lurus, Desa Pasar Baru, dan Desa Baliangin. kegiatan ini merupakan bagian
penting dalam upaya mengukur tingkat keberagaman dan keseimbangan konsumsi
pangan masyarakat yang tercermin dalam skor Pola Pangan Harapan (PPH) Konsumsi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten
Banjar, Sipliansyah Hartani, menjelaskan survey ini akan menjadi dasar dalam
penyusunan program dan kebijakan peningkatan kualitas konsumsi pangan
masyarakat, khususnya dalam mendorong penerapan pola konsumsi Beragam, Bergizi,
Seimbang dan Aman (B2SA). ungkapnya.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar terus
berkomitmen dalam mendorong peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat
sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas
sumber daya manusia.
Melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan
Sudarto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran
nyata kondisi konsumsi pangan masyarakat di tingkat rumah tangga.dan menjadikan
dasar penyusunan program dalam mendorong penerapan pola konsumsi Beragam,
Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).
DKPP Banjar melalui tim survey mengumpulkan data melalui
wawancara langsung kepada responden serta pencatatan jenis dan jumlah konsumsi
pangan harian rumah tangga dan hasil survey nantinya akan dianalisis untuk
mengetahui capaian skor PPH di wilayah tersebut. jelasnya.
Pada kesempatan ini Analis Ketahanan Pangan Muda Cintya berharap melalui kegiatan ini intervensi program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dapat lebih tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman berbasis potensi pangan lokal. ungkapnya.
