Lewat Baturai Intan, Santri Ponpes Darul Falah Praktik Bikin Pakan dan Jamu Ternak Herbal


 

Guna memacu regenerasi sektor agraris dengan menyasar kalangan pesantren, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melalui Bindang Penyluhan Pertanian melaksanakan bimbingan teknis "BATURAI INTAN" (Banjar Tumbuhkan Santri Tani Milenial, Inovatif, Tangguh, dan Andal) di Pondok Pesantren Darul Falah Desa Keladan Baru Kecamatan Gambut.

 

Sebanyak 20 santri mengikuti bimtek Budidaya Ternak Unggas yang digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (22-23 April 2026). Langkah upaya membentuk karakter petani muda yang agamis, mandiri, serta adaptif terhadap kemajuan teknologi pertanian masa kini.

 

Selama pelatihan, para santri menerima materi teori dan praktik yang komprehensif. Alfian Noor dari BPP Gambut memaparkan teknik budidaya ayam buras, sementara tim BRMP Kalsel mengajarkan seluk-beluk ternak itik, mulai dari penetasan telur hingga formulasi pakan. Fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas agar hasil ternak memiliki nilai jual tinggi.

 

Pada hari kedua, peserta antusias mempraktikkan pembuatan pakan mandiri dan jamu ternak herbal dari bahan alami seperti jahe dan temulawak. Inovasi ini bertujuan menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan imunitas unggas secara organik menggunakan EM4. Keterampilan praktis ini dirancang agar dapat langsung diterapkan oleh para santri di lingkungan pesantren.

 

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pertanian Kabupaten Banjar ini diakhiri dengan diskusi interaktif yang produktif. Melalui program Baturai Intan, santri kini tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan teknis sebagai peternak tangguh. Program ini optimis melahirkan pionir agribisnis dari pesantren yang mampu menjaga ketahanan pangan daerah.

 

Plt Kabid Penyuluhan Pertanian, Dwi Retnani menyebut santri sebagai motor penggerak kewirausahaan tani masa depan. “Melalui program Baturai Intan, pemerintah berupaya mencetak wirausaha muda yang cerdas dan siap menghadapi era pertanian modern. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat regenerasi petani milenial di Indonesia” ujar Dwi.

 

Dinas Pertanian Kabupaten Banjar meluncurkan program Baturai Intan di Ponpes Darul Falah sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan melalui kalangan santri. “Program ini membekali santri dengan keterampilan wirausaha budidaya unggas demi kemandirian ekonomi pesantren. Langkah ini juga menyelaraskan sektor agraris dengan karakter religius daerah, sekaligus mendukung visi swasembada pangan nasional,” pungkas Dwi Retnani.

(Brigade Distan Syaripuddin)


Komentar