Perkuat Pencegahan Infeksi, RSUD Ratu Zalecha Latih Cleaning Service Jadi Garda Terdepan
MARTAPURA, InfoPublik — RSUD Ratu Zalecha menggelar
kegiatan In House Training (IHT)
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) bagi petugas cleaning service sebagai
upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan ini dilaksanakan selama
dua hari, pada 22–23 April 2026,
bertempat di aula manajemen RSUD Ratu Zalecha, dan diikuti oleh 75 petugas cleaning service.
Pelatihan ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petugas dalam menerapkan
prinsip PPI, sekaligus melindungi mereka dari risiko penularan penyakit akibat
paparan darah dan cairan tubuh pasien, seperti Hepatitis B, C, dan HIV.
Selain itu, kegiatan ini juga
diharapkan mampu memperkuat praktik kebersihan yang benar dalam memutus rantai
penularan infeksi di rumah sakit, serta memastikan seluruh petugas bekerja sesuai
standar operasional prosedur (SOP) PPI.
Adapun materi yang diberikan meliputi kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), teknik pembersihan ruang pasien, penanganan tumpahan darah atau cairan tubuh, pengelolaan limbah medis, pencegahan luka tusuk jarum, hingga etika batuk dan kesehatan petugas.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim PPI, IPCN, dan
Komite PPI RSUD Ratu Zalecha, serta melibatkan berbagai pihak, antara lain
Komite K3RS dan pihak ketiga PT Rasi Bintang Borneo. Pengawasan
lapangan turut dilakukan oleh Kepala Instalasi Sanitasi dan supervisor cleaning
service.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Komite PPI RSUD Ratu Zalecha, Agus Arianto,
menegaskan pentingnya peran petugas kebersihan dalam pencegahan infeksi di
rumah sakit. “Anda
adalah garda terdepan dalam PPI. Lindungi diri terlebih dahulu dengan
menggunakan APD lengkap dan memastikan vaksin Hepatitis B, karena itu bukan
pilihan, melainkan kewajiban,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, rumah sakit menargetkan peningkatan
kepatuhan terhadap SOP kebersihan, dengan harapan angka kejadian infeksi di
rumah sakit dapat ditekan, keselamatan pasien meningkat, serta terciptanya
lingkungan kerja yang aman bagi petugas.
Selain itu, peningkatan kompetensi
petugas cleaning service juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan
yang profesional dan memperkuat citra rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan
yang bersih dan aman.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan
peran penting petugas kebersihan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan
dan pengendalian infeksi di rumah sakit. (Brigade Humas Raza)
