Dinsos P3AP2KB Kab. Banjar Perkuat Peran Ayah melalui Kelas Orang Tua Hebat di Martapura


MARTAPURA. Info Publik - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar kembali menggelar kegiatan Kelas Orang Tua Hebat di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), dengan tema "Peran Ayah dalam Keluarga" menyasar 10 perwakilan ayah di Kecamatan Martapura.
Kegiatan berlangsung di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Martapura pada Kamis (23/04/2026). Turut hadir dalam acara ini Camat Martapura, Sekretaris Camat, perwakilan KUA, tokoh masyarakat setempat, serta Koordinator PKB Martapura beserta jajaran.
Camat Martapura, Fahrian Rahman, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga.
"Keluarga adalah unit terkecil masyarakat yang menjadi fondasi bangsa. Kehadiran ayah bukan sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi sebagai pelindung dan teladan utama. Melalui Kelas Orang Tua Hebat ini, kami berharap para ayah di Martapura mampu menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak-anak yang tangguh dan berakhlak mulia," ujar Fahrian.
Dalam kesempatan tersebut, peserta menerima pemaparan dua materi utama. Materi pertama mengenai "Peran Ayah dalam Keluarga" disampaikan oleh Kepala Bidang KB, Hj. Salinah. Dilanjutkan dengan materi "Komunikasi Efektif dan Manajemen Konflik" oleh Sukini, selaku Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
Hj. Salinah menjelaskan bahwa kegiatan di Kecamatan Martapura ini merupakan titik penutup dari rangkaian kelas yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya di empat kecamatan lain, yakni Gambut, Kertak Hanyar, Mataraman, dan Karang Intan.
"Kami ingin memastikan bahwa pesan mengenai pentingnya peran ayah ini tersampaikan secara merata. Kecamatan Martapura menjadi lokasi terakhir, namun ini bukanlah akhir dari pembinaan. Harapan besar kami, para peserta hari ini dapat menjadi role model ayah teladan di lingkungannya masing-masing, sekaligus mendukung program Quick Win Kemenduk Bangga terkait Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)," jelas Hj. Salinah.
Salah satu peserta, Budi Rahman, mengaku mendapatkan pencerahan baru setelah mengikuti kegiatan ini.
"Jujur, selama ini saya pikir tugas ayah hanya mencari nafkah. Setelah ikut kelas ini, saya sadar bahwa manajemen konflik dan komunikasi dengan anak serta istri itu jauh lebih penting untuk keharmonisan. Saya berkomitmen untuk mempraktikkan ilmu ini di rumah dan berharap bisa menjadi contoh ayah yang baik bagi tetangga sekitar sesuai semangat GATI," tuturnya.
 
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang mempererat sinergi antara peserta dengan penyuluh KB, sebagai upaya berkelanjutan dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas di Kabupaten Banjar.

Agusto/Adam/Dinsos P3AP2KB


Komentar